Isi dari blog ini di update di kambingjoynim.com
Showing posts with label pakan kambing. Show all posts
Showing posts with label pakan kambing. Show all posts
Cara Membuat Pakan Kambing Dari Batang/Gedebog Pisang

Cara Membuat Pakan Kambing Dari Batang/Gedebog Pisang

Silahkan kunjungi artikel ini di versi http://kambingjoynim.com/cara-membuat-pakan-kambing-dari-batang-gedebog-pisang/ untuk konten yang lebih update. 

Batang/Gedebog pisang merupakan limbah yang pemanfaatannya kurang maksimal. Sebagian besar batang/pisang hanya
Read More
Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 1

Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 1

Dalam kondisi alami, secara naluri alami hewan mencari dan memakan tanaman herbal untuk mengobati penyakit tertentu. Kondisi alami adalah kondisi alam liar, misalnya dihutan. Telah diamati hewan-hewan seperti anjing, kuda, kucing dan kelinci mencari tanaman herbal tertentu ketika mereka sakit. Pengobatan herbal tradisional, apakah herbal India, Ramuan China, herbal barat atau herbal Afrika secara umum menggunakan keseluruhan dari bagian tanaman herbal. Akar, biji, dan daun digunakan secara bersamaan supaya lebih efektif. Penggunaan ramuan herbal juga dikombinasikan dengan jenis tanaman herbal lain, supaya kandungan bahan aktifnya lebih lengkap dan lebih efektif.

jahe-untuk-jamu-kambing-domba-sapi-ayam

Tanaman herbal sangat banyak macamnya. Tidak hanya yang kebanyakan kita kenal seperti jahe, temulawak, kencur dan masih banyak yang lainnya. Tanaman herbal herbal ini dapat dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, "food herbs". Kalau saya artikan menjadi makanan herbal sepertinya tidak sesuai. Pemahaman saya herbal ini aman kalau misalnya termakan atau dimakan oleh manusia , tidak mengandung racun, tidak berbahaya akut dan bisa digunakan jangka panjang. Yang termasuk dalam kategori ini misalnya jahe, Bawang putih, daun dan akar dandelion, marsmallow, dan peppermint. 
Kedua, "medicine herb". Herbal golongan kedua ini bersifat lebih kuat dan digunakan untuk tujuan pengobatan dengan dosis yang pas dan dapat berbahaya bila digunakan secara ngawur. Contoh Andrographis, Blue Cohosh, Cascara Sagrada, Celandine, Ephedra, Goldenseal, Senna and Oregon Grape Root. Ketiga, "poison herb". Herbal jenis ini berpotensi beracun dan perlu persetujuan medis dalam penggunaannya. Misalnya Belladonna,Bryonia, Datura, Gelsemium, Henbane, Male Fern, Phytolacca, Podophyllum, dan Veratrum.

Tanaman herbal jenis kedua dan ketiga jarang sekali kita dengar di Indonesia. Mungkin herbal-herbal yang banyak kita jumpai di Indonesia masuk dalam kategori herbal yang pertama yaitu food herbs. Ini merupakan kekayaan dan anugrah yang harus disukuri. Saat orang luar negri bereksperimen tentang pengobaatan herbal, kita bisa dengan mudah mendapatkan tanaman-tanaman herbal ini.

Kelebihan Menggunakan Herbal untuk Hewan Ternak

Penelitian tentang penggunakan herbal untuk nutri hewan ternak sudah semakin meningkat. Tujuannya adalah mengurangi jumlah penggunaan antibiotik dalam peternakan unggas dan mamalia. Antibiotik ini sudah banyak digantikan oleh probiotik, prebiotik dan juga herbal untuk menjaga performa pertumbuhan hewan ternak.

Herbal adalah pemacu pertumbuhan alami dan aman dikonsumsi oleh manusia dan hewan ternak (kambing, sapi dan domba). Herbal juga tidak meninggalkan residu dalam produk peternakan. Residu dalam kamus besar bahasa indonesia artinya ampas atau endapan. Kalau saya memahaminya endapan dari obat-obatan kimia yang tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh hewan semasa hidupnya. Semakin sedikit penggunaan antibiotik dan obat-obatan kimia maka semakin sedikit pula residu yang ada pada suatu produk peternakan. Produk peternakan itu misalnya daging, telur dan susu. Penggunaan herbal tentunya juga lebih murah.

Salah satu penelitian penggunaan herbal adalah dapat mengganti virginiamycin sebagai pemacu pertumbuhan pada anak ayam broiler. Virginiamycin  itu sejenis antibiotik untuk mencegah kontaminasi bakteri. Selain itu ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa penggantian antibiotic dengan minyak esensial sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan DOC ayam broiller. Dari penelitian-penelitian tersebut ternyata antibiotik dapat digantikan dengan herbal misalnya minyak essensial dan hasilnya tidak berpengaruh banyak terhadap pertumbuhan hewan ternak (ayam, kambing, domba dan sapi).

Bahan Aktif Di dalam Herbal

Alfalfa
Sangat kaya akan vitamin dan mineral seperti besi, kalsium, magnesium, fosfor, sulfur, klorin, sodium, potasium dan silikon. Alfalfa merupakan sumber yang bagus untuk karoten ( Vit A) dan vitamin K yang berfungsi dalam pembekuan darah dan mencegah pembusukan gigi.

Aloe Vera / Lidah Buaya
Lidah buaya sangat baik untuk luka bakar. Ia juga dapat digunakan oleh ibu menyusui untuk mengobati sakit puting. Lidah buaya dapat digunakan sebagai tetes mata  untuk meningkatkan sirkulasi dan memperbaiki penglihatan. Lidah buaya juga menstimulasi sirkulasi darah di daerah yang terluka sehingga mempercepat penyembuhan.

Bunga Calendula atau Marigold
Herbal-untuk-ternak-kambing-domba-sapi

Berfungsi sebagai anti jamur pelawan peradangan, 










Minyak Pohon Teh

Minyak dari pohon teh berkhasiat sebagai antiseptik dan antibiotik. Keunggulannya dibanding antiseptic yang lain, minyak pohon teh tidak merusak jaringan sehat disekitarnya.

Sebenarnya masih banyak contoh herbal dan fungsinya, karena jenis tanaman herbalnya kurang familiar di negara Indonesia, jadi saya malas untuk menulisnya.. hehe
Read More
Jamu Penambah Nafsu Makan Ternak Kambing

Jamu Penambah Nafsu Makan Ternak Kambing

Tingkat nafsu makan ternak kambing itu menurut saya berbeda-beda. Ada banyak hal yang mempengaruhi ternak kambing dalam soal nafsu makan ini. Diantaranya ialah tingkat palatabilitas pakan dan kondisi dari ternak kambing itu sendiri. Kambing yang sakit atau kurang sehat tentu nafsu makannya akan berbeda dengan nafsu makan kambing yang normal. 

Untuk kambing yang normal, nafsu makan nya pun kadang yang berbeda. Pakan hijauan jenis tertentu, misalnya rumput gajah, daun singkong dll, satu kambing bisa makan dengan lahap yang lain belum tentu. Kalau pakannya sama, otomatis palatabilitas pakan juga sama. Akan tetapi ada kambing yang nafsu makan terhadap pakan tersebut kurang. Mungkin saat-saat seperti ini perlu adanya sebuah jamu penbah nafsu makan.

Untuk jamu penambah nafsu makan kambing, sebenarnya sudah banyak produknya yang dijual di pasaran. Tinggal beli dan langsung diberikan ke kambing. Pemberiannya sesuai petunjuk penggunaan tentunya. Atau bisa berkonsultasi ke dokter hewan atau mantri hewan terdekat. Untuk penggunaan jangka panjang, ini kan menjadi suatu kerepotan. Repot harus beli terus menerus dan repot di kantong. Resiko produk yang tidak herbal mungkin ada efek sampingnya kalau digunakan dalam waktu jangka panjang. 

Saya dapat artikel yang memberikan alternatif jamu penambah nafsu makan kambing. Resepnya herbal dan sepertinya mudah untuk diikuti.

  • Daun talas sebanyak 3 lembar dan garam dapur 3 sendok makan. Penyajiannya sebagai jamu penambah nafsu makan kambing, daun talas dan garam dapur dimasak secara bersamaan selama 15 menit. Daun yang sudah dimasak tadi kemudian diberikan ke kambing yang nafsu makannya kurang. Ini resep penambah nafsu makan kambing per ekor kambing. Kalau anda punya 20 kambing, ya berarti 60 lembar daun talas dan 60 sendok makan garam dapur. hahaha....Tapi apakah daun talas disukai kambing atau palatabilitasnya bagus? ataukan pemberiannya harus dipaksa? ya dicoba saja....
  • Kencur dan kuning telur ayam. Kencur segar sebanyak 1 ons dihaluskan. Kencur yang sudah halus dicampur dengan kuning telur ayam 1 butir. Dicampur dan diaduk sampai merata. Pemberiannya kepada kambing selama 3 hari sekali sampai nafsu makan kambing kembali normal. 
  • Daun buni, umbi lempuyang gajah dan terasi.  Daun buni , umbi lempuyang gajah, dan ditambah terasi secukupnya ditumbuk sampai halus. Setelah itu diseduh dengan air matang, airnya sedikit saja. Kemudian diperas dan perasannya dicekokkan ke kambing yang nafsu makannya berkurang
  • Mentimun, garam dapur, asam jawa dan terasi. Mentimun sebanyak 2 buah dihaluskan, kemudian ditambah garam dapur, Asam jawa, terasi dan sedikit air. Semua bahan dicampur dan diaduk supaya merata lalu siap diberikan atau dicekokkan ke kambing yang nafsu makannya berkurang
Silahkan dicoba dan dipraktekkan kalau anda mempunyai kambing yang nafsu makannya berkurang. Sebagai catatan saya belum mencobanya sendiri. Kalau saya melihat kambing tidak nafsu makan, mungkin kalau menurut saya itu cacingan. Resep yang tidak dari mantri hewan, misalnya dari artikel ini, perlu dikaji ulang, di nalar, didiskusikan ke yang berpengalaman dan lain-lain supaya aman. Karena resiko ya nanti ditanggung sendiri.

terima kasih...
Read More
Meningkatkan Kualitas Silase Daun dan Pelepah Sawit

Meningkatkan Kualitas Silase Daun dan Pelepah Sawit

Bahan pakan ternak kambing bisa apa saja, banyak sekali macamnya, yang penting ternak kambing menyukainya. Lebih asik lagi kalau bahan ternak kambing bisa diperoleh dari lingkungan sekitar, tidak harus mendatangkan dari luar daerah dan harganya sangat terjangkau. Terjangkau dalam artian terjangkau oleh tangan dan terjangkau oleh kantong.

Peternak kambing dan domba di pedesaan biasanya pakannya hanya hijauan dan tidak begitu bervariasi. Kalau sedang musim panen kacang tanah, menu makanan ternak kambing hampir seluruhnya daun kacang tanah atau "daduk" (istilah daerah). Misalnya di daerah saya, Pati Jawa Tengah, saat musim panen ketela pohon, maka bisa dipastikan setiap hari menu pakan kambing adalah daun ketela. Untuk daerah lain tentu mungkin berbeda hasil pertaniannya.

daun-kelapa-sawit-untuk-pakan-kambing-domba-

Sesuai dengan tema pada postingan ini, kali ini saya akan membahas tentang kelapa sawit. Iya, kelapa sawit yang digunakan untuk  pakan ternak kambing atau domba. Karena kualitas dari daun kelapa sawit ini rendah, maka dalam penggunaannya untuk pakan kambing dibuat silase terlebih dahulu. Kandungan dari daun kelapa sawit adalah berat kering (BK) 46.18%, serat kasar (SK) 21.52%, lemak kasar (LK) 4.37%, energi bruto 4 461 kal/g, Ca 0.84% P 0.17% dan protein kasar (PK) 4.7%.

Pembuatan silase daun kelapa sawit lebih baik dalam pembuatannya ditambahkan bahan-bahan lain. Bahan-bahan tambahan ini mempunyai kualitas yang baik sehingga meningkatkan nilai nutrisi ransum. Dalam penelitian yang saya bahas kali ini, bahan-bahan tersebut adalah daun singkong dan daun indigofera.

Cara pembuatan silasenya adalah sebagai berikut. Daun sawit dan pelepahnya, Indigofera, dan daun singkong dipotong-potong dengan lebar 2-3 mm, dan panjang 2-5 cm. Daun sawit yang sudah dipotong, ditimbang sebanyak 2 kg. Daun sawit dicampur dengan daun singkong dan Indigofera sebanyak 10%, 20%, dan 30%. Tepung jagung ditambah sebanyak 3%, pada masing-masing perlakuan. Bahan yang sudah tercampur dimasukkan ke dalam plastik hitam hingga padat dan diikat dengan tali karet dan disimpan ditempat yang tertutup dan jauh dari sinar matahari selama 21 hari. Pada umur 21 hari, maka silase siap untuk dipanen.

Kata perlakuan pada paragraf di atas maksudnya adalah variasi komposisi dari bahan tambahan silase. Daun singkong dan indigofera di tambahkan dengan jumlah yang bervariasi supaya dapat mengetahui jumlah terbaik dari penambahan daun singkong dan daun indigofera dalam silase daun sawit ini. Variasi penambahan jumlah daun singkong dan indigofera adalah sebagai berikut.
P0 = 100% daun sawit
P1 = 90% sawit + 10% daun singkong
P2 = 80% sawit + 20% daun singkong
P3 = 70% sawit + 30% daun singkong
P4 = 90% sawit + 10% Indigofera
P5 = 80% sawit + 20% Indigofera
P6 = 70% sawit + 30% Indigofera

Hasil

Setelah silase daun sawit dipanen, maka kemudian diuji kualitasnya. Pengujian dalam penelitia ini banyak macamnya. Dalam postingan ini hanya saya tampilkan hasil dari kandungan nutrisi silase ransum kelapa sawit ini. Untuk hasil lengkapnya silahkan nanti didownload sendiri file skripsinya.


kandungan-nutrisi-silase-daun-kelapa-sawit-untuk-pakan-kambing-domba

link download file skripsi
Read More
Klobot Jagung Untuk Pakan Domba sampai 70%

Klobot Jagung Untuk Pakan Domba sampai 70%

Tanaman jagung sudah biasa untuk dijadikan sebagai pakan ternak. Sapi, kambing, atau domba biasanya menyukai tanaman jagung ini. Hampir seluruh bagian dari tanaman ini memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak (kambing, domba dan sapi). Kebanyakan yang dijadikan pakan ternak adalah daun dan batangnya atau saya menyebutnya tebon. 

Daun dan batang jagung setelah dipanen memiliki nilai ekonomis yang rendah setelah jagung dipanen. Meskipun memiliki nilai ekonomis yang rendah tebon jagung dikalangan masyarakat bawah termasuk mahal. Lain daerah lain harga. Ada daerah yang memang produksi jagungnya memang tinggi ada daerah yang kurang bernilai ekonomis pertaniannya apabila ditanami jagung.


Kembali ke klobot jagung. Ada penelitian dari skripsinya mahasiswa salah satu universitas negeri di Solo. Waktu penelitiannya pada tahun 2010. Cukup lama tapi ndak apa-apa semoga tetap bisa menjadi wawasan dan referensi. Penelitiannya tentang memanfaatkan klobot jagung untuk diberikan ke domba. Klobot jagung diberikan dalam jumlah yang bervariasi mulai dari tanpa klobot sampai 70%. Hal ini menjadi menarik karena jumlah klobot jagung yang diberikan sampai sebanyak itu.

Nutrisi dan  Silase Klobot Jagung

Berapa sih kandungan nutrisi klobot jagung? Kandungan klobot jagung menurut Hasil analisa proksimat laboratorium pakan Lolit Sapi potong , Grati, Pasuruan menunjukkan bahwa kandungan nutrisi klobot jagung adalah : bahan kering 42,56 %, protein kasar 3,4%, Lemak kasar 2,55%, serat kasar 23,318% dan TDN 66,41%. Kalau dibandingkan dengan eceng gondok seperti pada postingan saya sebelumnya, klobot jagung ini memiliki bahan kering yang cukup tinggi tetapi protein kasarnya sedikit. Eceng gondok memiliki bahan kering yang sangat sedikit, tetapi dalam kandungan bahan kering tersebut, protein kasarnya lumayan.

Cara penelitian ini dilakukan secara singkat akan saya uraikan. Semua alat dan kandang dibersihkan, domba-domba yang akan dijadikan sebagai ternak penelitian dibersihkan dari parasit dan kemudian menyiapkan ransum yang akan di jadikan penelitian. Masing-masing sudah saya tulis dalam postingan saya sebelumnya. Dapat dilihat dengan mengklik link yang ada pada tulisan di paragraf ini.

Komposisi ransum yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi tiga macam. Pertama, ternak domba diberi makan ransum yang terdiri dari 70% rumput lapang, 30% konsentrat, tanpa silase klobot jagung. Kedua, ternak domba diberi makan ransum yang terdiri atas 50% rumput lapang, 30% konsentrat dan 30% silase klobot jagung. Ketiga, ternak domba diberi makan ransum yang terdiri atas konsentrat 30%, 70% silase klobot jagung dan tanpa rumput lapang sama sekali. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah silase klobot jagung bisa menggantikan rumpung lapang seluruhnya. Nanti hasilnya bisa sama-sama kita lihat.

Penelitian kali ini cukup lengkap, jadi mempermudah untuk memahami. Dicantumkan juga kandungan nutrisi dari ketiga ransum tersebut. Datanya dapat dilihat di tabel di bawah ini.
komposisi-ransum-pakan-domba-penelitian-dengan-silase-klobot-jagung
kandungan nutrisi ransum silase klobot jagung untuk domba

PO adalah ransum yang pertama, P1 adalah ransum ternak domba yang kedua, dan P2 adalah ransum pakan domba yang ketiga. Ketiga-tiganya memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama, meskipun ada perbedaan nilai nutrisi nilainya sangat kecil.

Konsentrat yang digunakan untuk ternak domba ini, komposisinya dapat dilihat pada tabel di bawah.
komposisi-susunan-konsentrat-ternak-domba
komposisi konsentrat ternak domba
Konsentratnya terdiri dari bekatul, tepung jagung, bungkil kedelai, urea dan premik. 

Hasil

Hasil dari penelitian ini sangat positif. Positif untuk para peternak di pedesaan atau peternak skala kecil (seperti saya). Seperti yang ditunjukkan pada tabel ternak domba yang dikasih makan tanpa silase klobot jagung, rata-rata konsumsi harian dombanya sebanyak 524,73 gram/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang mengandung 20%  silase klobot jagung (P1), rata-rata konsumsi ternak dombanya sebanyak 537, 54 gram/ekor/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang mengandung 70% silase klobot jagung (P2), rata-rata konsumsi ternak dombanya sebanyak 548,56 gram/ekor/hari.
Hasil-konsumsi-ransum-silase-klobot-jagung-pada-domba
konsumsi rata-rata ransum 
 Kalau dicermati dari hasil tersebut, penggantian silase klobot jagung untuk rumput lapangan, tidak memberikan efek negatif terhadap konsumsi ransum. Nilai konsumsi ransum cenderung meningkat dengan ditambahkannya silase klobot jagung. Jadi tidak masalah kalau seandainya ternak domba diberi makan silase klobot jagung dan konsentrat tanpa hijauan lainnya. Disini, silase klobot jagung bisa menggantikan rumput lapangan dan palatabilitasnya juga sebagus rumput lapangan. Tapi silase klobot jagung ini diberikan dalam bentuk silase. Dalam skala penelitian, pemberian pakan silase ini juga tidak lama, setelah penelitian selesai, biasanya ya selesai...Belum teruji untuk pemberian jangka panjangnya. Meskipun dalam skala penelitian pemberian ransum yang full silase klobot jagung dan konsentrat ini berhasil, untuk penggunakan skala jangka panjang perlu kehati-hatian. itu pendapat saya.

Sebagai informasi tambahan, penelitian ini ternyata berlangsung selama 10 minggu atau sekitar 2 bulan setengah. Jadi untuk dijadikan sebagai pakan musiman mungkin masih bisa kalau hanya 10 minggu. Kalau harus nyetok klobot jagung dan akan digunakan jangkap panjang, setahun misalnya, kayaknya perlu dikaji lebih lanjut. Atau bisa konsultasi ke ahlinya atau peternak yang sudah berpengalaman.

Hasil selanjutnya adalah pertambahan bobot badah harian ternak domba yang diberi makan ransum klobot jagung ini. Ternak doyan makan saja tidak cukup, kalau makan banyak tapi tidak menjadikan gemuk ya percuma. Oleh karena itu saya tampilkan hasil pertambahan bobot badan domba dengan diberi makan ransum silase klobot jagung ini. Hasilnya disajikan dalam tabel dan dapat dilihat di bawah ini.
pertambahan-bobot-harian-ternak-domba-yang-diberi-ransum-silase-klobot-jagung
Ternak domba yang hanya diberi ransum konsentrat dan rumput lapangan(P0), pertambahan bobot hariannya rata-rata 44,65 gram/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang ada silase klobot jagungnya 20% (P1) pertambahan bobot badan harianya 42,86 gram/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang ada silase klobot jagungnya sampai 70% (P2) Pertambahan bobot badan hariannya 40,18 gram/hari.

Pertambahan bobot badan domba penelitian semakin menurun dengan semakin banyak silase klobot jagungnya. Meskipun selisihnya pertambahan bobotnya tidak banyak, peneliti mengangap hal ini tidak masalah. Silase klobot jagung masih Ok, untuk digunakan sebagai pengganti rumput lapangan. Kalau saya juga setuju. Pemberian makan selama penelitian biasanya diukur atau dijatah. Jadi kalau mau cepet gemuk ya dikasih makan yang lebih banyak. Untuk itu dombanya makannya di loss aja...

Read More
Cara Membuat Konsentrat dan Silase Klobot Jagung

Cara Membuat Konsentrat dan Silase Klobot Jagung


Ini adalah penggalan dari sebuah penelitian dari salah satu universitas negeri di solo. Di skripsi penelitiannya ia menuliskan cara mempersiapkan kandang, kambing dan pakannya. Berikut adalah kutipannya

Cara Membuat Konsentrat dan Silase Klobot Jagung

Klobot-jagung-untuk-pakan-kambing-domba-silase-klobot-jagung


"Konsentrat di buat sendiri yang terdiri dari bekatul, bungkil kedelai, tepung jagung, urea dan premik.Sedangkan silase dibuat dari klobot jagung dengan cara dipotong – potong 3-5 cm kemudian dijemur sampai kadar air sekitar 50%kemudian dicampur dengan molasses sebanyak 4% sampai merata kemudian dibungkus rapat dengan kantong plastik dan disimpan selama 21 hari."

download file skripsi
Read More
Silase Eceng Gondok Untuk Pakan Ternak Domba dan Kambing

Silase Eceng Gondok Untuk Pakan Ternak Domba dan Kambing

Silase Eceng Gondok


Pada awalnya saya skeptis atau sedikit tidak percaya terhadap eceng gondok ini. Apakah eceng gondok memang dapat dijadikan sebagai pakan ternak kambing, domba atau sapi. Baru setelah beberapa waktu kemarin saya menemukan sebuah penelitian tentang eceng gondok ini saya mulai lebih mencari penelitian-penelitiannya tentang pemanfaatannya untuk pakan ternak ruminansia, kambing, domba dan sapi. Postingan saya yang pertama mengenai eceng gondok ini sebagai pakan ternak adalah pemanfaatan eceng gondok untuk campuran ransum pakan kelinci.

Saya kira eceng gondok untuk dijadikan bahan pakan ternak (kambing, domba dan sapi), merupakan bahan yang cukup baik. Hanya saja tetap ada kekurangan dari eceng gondok ini. Kenapa saya bilang eceng gondok ini cukup baik, karena kandungan nutrisi eceng gondok adalah berikut ini. Eceng gondok segar mempunyai kandungan air sebesar 94,09%.. Dalam 100% berat kering, eceng gondok mengandung 18% abu, 11,9% Protein kasar, 37,1% serat kasar, 2,4% lemak kasar dan 30,6% BETN.



Inilah yang saya maksudkan dari kekurangan eceng gondok ini. Kandungan airnya sangat tinggi yaitu 94,09 %. Jadi kalau Anda mengangkut eceng gondok seberat 100 kg, kalau Anda hilangkan airnya 100% maka Anda hanya mendapatkan eceng gondok kering seberat 5,91 kg. Ha...ha..bayangkan kalau harus menguapkan air sebanyak 94,09 kg. Masih dalam bahasan 100 kg eceng gondok, dalam 5,91 kg tadi (eceng gondok kering 100%), ada 18% abu, protein kasarnya 11,9% dan seterusnya. Jadi, 100 kg eceng gondok basah protein kasarnya hanya sekitar 0,703 kg atau 703 gram dalam berat kering. Bisa bayangkan sendiri ya.....


Serat kasarnya eceng gondok ini jika untuk dimanfaatkan untuk pakan ternak (kambing, domba atau sapi) memiliki serat kasar yang tinggi. Oleh karena itu dalam pemanfaatannya sebagai pakan ternak (kambing, domba dan sapi), pada postingan saya sebelumnya dan postingan kali ini eceng gondok dibuat silase. Ternyata eceng gondok dalam bentuk silase memberikan hasil yang lebih baik.

Pada penelitian kali ini eceng gondok difokuskan untuk digunakan sebagai pakan domba. Selama penelitian domba diberi makan berupa konsentrat, rumput gajah dan ransum komplit eceng gondok disilase. Konsentrat yang digunakan mungkin konsentrat komersial yang dijual dipasaran. Dijurnal hanya disebutkan konsentrat saja, untuk komposisinya tidak disebutkan. Hijauan makanan ternak selama penelitian adalah rumput gajah. Eceng gondok disajikan dalam ransum komplit. Ransum komplit untuk pakan domba disini eceng gondok dicampur dengan bahan-bahan penyusun konsentrat.

Untuk mengetahui uji coba keberhasilan eceng gondok sebagai ransum pakan domba, pada penelitian ini domba-domba yang dijadikan penelitian diberi makan ransum yang bervariasi. Sederhanyanya Domba-domba penelitian dikelompokkan ke dalam tiga kelompok bagian. Satu kelompok diberi makan ransum konsentrat dan rumput gajah. Kelompok domba penelitian ke dua diberi makan ransum komplit eceng gondok. Eceng gondoknya disilase tanpa penambahan starter bakteri. Kelompok yang ketiga, domba penelitian diberi makan ransum komplit eceng gondok yang eceng gondoknya disilase dengan penambahan starter atau bakteri. Bakteri yang digunakan atau ditambahkan ke dalam silase eceng gondok adalah bakteri asam laktat L. plantarum.

Sebagai informasi saja, kandungan nutrisi ransum pakan domba yang digunakan dapat dilihat pada gambar tabel di bawah.  Pada tabel tersebut ada informasi mengenai kandungan bahan kering, protein kasar dan seterusnya sampai BETN (bahan ekstrak tanpa nitrogen). T0 adalah ransum pakan domba kelompok pertama yaitu konsentrat dan rumput gajah. T1 adalah ransum pakan domba penelitian kelompok kedua yaitu ransum komplit eceng gondok yang disilase tanpa penambahan starter. T2 adalah ransum pakan domba penelitian kelompok kedua yaitu ransum komplit eceng gondok yang disilase dengan penambahan bakteri  L. Plantarum.

Formulasi-dan-kandungan-nutrisi-ransum-komplit-eceng-gondok-untuk-pakan-kambing-domba-sapi


 Hasilnya....


Singkat saja langsung kita ke hasil dari penelitiannya. Hasil yang akan saya sampaikan disini mungkin tidak seluruhnya. Lengkapnya kalau berkenan saya sediakan link untuk mendownload file pdfnya. Bisa didownload , format pdf , bahasa indonesia.

Hasil dari penelitian ini yang pertama adalah tingkat konsumsi dari ransum domba yang bisa dilihat pada gambar tabel di bawah. Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering berturut-turut untuk ransum T0 adalah 678,27 gram/ekor/hari, T1 adalah 811,43 gram/ekor/hari dan T2 adalah 701,21 gram/ekor/hari. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan eceng gondok yang disilase tidak berpengaruh negatif terhadap tingkat kesukaan hewan (domba) terhadap ransum atau pakannya. Datanya domba penelitian yang diberi makan ransum  tanpa eceng gondok (T0) konsumsi ransumnya malah paling sedikit. Penambahan eceng gondok ke dalam ransum komplit malah memberikan efek yang baik yaitu ransum lebih disukai oleh ternak domba. Dari tabel di bawah ransum pakan domba yang ditambah eceng gondok yang disilase tingkat konsumsinya lebih tinggi daripada ransum T0. Akan tetapi eceng gondok yang disilase dengan penambahan bakteri asal laktat L.plantarum ternyata kurang efektif karena menjadikan tingkat konsumsi ransum komplit eceng gondoknya menurun daripada ransum eceng gondok yang disilase tanpa penambahan bakteri starter.

konsumsi-dan-kecernaan-ransum-komplit-eceng-gondok-pakan-kambing-domba-sapi

Penjelasannya , kalau bahasa saya , dengan merujuk pada penelitian ini adalah seperti ini. Penambahan bakteri starter pada silase eceng gondok akan membuat kondisi silase eceng gondok menjadi lebih asam. Karena lebih asam, maka bau atau aroma ransum silase eceng gondok akan lebih menyengat. Karena lebih menyengat, maka kurang disukai ternak sehingga konsumsi domba penelitian terhadap ransum ini lebih sedikit daripada ransum eceng gondok yang disilase tanpa penambahan starter bakteri. Tidak hanya tingkat konsumsi yang lebih baik, kecernaan ransum dengan penambahan eceng gondok yang disilase juga lebih tinggi. Informasi ini juga ada pada tabel di atas. Semakin tinggi nilai kecernaan suatu ransum, maka semakin tinggi pula nutrien-nutrien dari ransum yang bisa dimanfaatkan oleh ternak domba. 
Jadi, kalau teman-teman peternak mau mencoba menggunakan eceng gondok sebagai bahan penyusun ransum pakan ternaknya, sebaiknnya eceng gondoknya disilase dan tidak perlu menambahkan starter atau bakteri lainnya. Cukup bakteri alami yang muncul dari silase eceng gondok itu sendiri.

Masih banyak informasi lainnya yang bisa didapat dari penelitian ini. Saya menyampaikan yang menurut saya informasi ini perlu, menarik dan mudah dipahami oleh para peternak khususnya kambing dan domba. Mungkin juga karena keterbatasan saya yang kurang mampu menyampaikan bahasa-bahasa ilmiah menjadi informasi yang menarik dan mudah difahami. Terima Kasih...sampai jumpa lagi

Read More
Eceng Gondok Sebagai Alternatif Pakan Ternak (kelinci)

Eceng Gondok Sebagai Alternatif Pakan Ternak (kelinci)

Pada postingan saya sebelumnya, sudah saya singgung mengenai pemanfaatan tanaman eceng gondok sebagai pakan alternatif untuk hewan ternak. Sudah ada yang melakukan penelitian tentang ini. Eceng gondok digunakan sebagai campuran ransum untuk pakan ternak. Pada penelitian kali ini hewan ternak yang digunakan bukanlah kambing, sapi atau domba melainkan kelinci. Tapi tidak masalah, kelinci juga sama-sama hewan ternak dan dapat menghasilkan. Menghasilkan daging, kotoran urin dan lain-lain.



Eceng gondok yang akan digunakan sebagai bahan ransum/pakan ternak sebaiknya tidak langsung dicampurkan begitu saja. Kalau mau mencoba diberikan langsung juga tidak apa-apa, kalau ternaknya doyan dan mau hehee...
Menurut jurnal penelitian ini, eceng gondok memiliki protein yang sulit dicerna. Oleh karena itu pemberian eceng gondok terhadap hewan ternak juga sebaiknya tidak berlebihan. Kualitas pakan ternak yang kurang bagus biasanya berefek terhadap pertumbuhan bobot yang kurang memuaskan.

Eceng gondok dalam penelitian ini disarankan untuk dibuat silase terlebih dahulu. Tujuannya supaya eceng gondok menjadi lebih berkualitas untuk dijadikan bahan ransum/pakan ternak. Kualitas protein, serat, kecernaan dan seterusnya menjadi lebih baik dan efisien. Akan tetapi sayangnya dalam penelitian ini tidak dituliskan bagaimana cara membuat silase eceng gondoknya.

Eceng gondok digunakan sebagai bahan campuran ransum komplit. Artinya, ransum atau pakan yang diberikan kepada kelinci terdiri dari berbagai macam-macam bahan pakan, salah satunya ada eceng gondoknya. Tetap saja yang namanya penelitian harus bisa mengetahui perbedaan hasil dari pakan yang ada eceng gondoknya dan pakan yang tidak ada eceng gondoknya. Kelinci dalam penelitian ini diberi makan ransum komplit (komposisi ransum komplit tidak disebutkan). Beberapa ekor kelinci diberi makan murni ransum komplit. Artinya tanpa eceng gondok sama sekali. Beberapa ekor yang lainnya diberi makan ransum komplit yang ada eceng gondoknya sebanyak 20%. Beberapa ekor yang lainnya lagi, kelinci diberi makan ransum komplit dengan kandungan eceng gondok 40%.


Hasilnya adalah....

Hasil yang bisa diketahui dalam penelitian pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan ternak adalah tingkat konsumsi ransum. Pada gambar tabel dibawah ini dapat dilihat angka tingkat konsumsinya. R0 adalah ransum pakan ternak kelinci yang tidak ada eceng gondoknya. R1 adalah ransum pakan ternak kelinci yang ada eceng gondoknya 20% dan R2 adalah ransum pakan ternak kelinci yang ada eceng gondoknya 40%.

Hasilnya positif.  Tingkat konsumsi ransum tertinggi ternyata terdapat pada ransum pakan ternak kelinci yang ada eceng gondoknya sebanyak 20% yaitu sebesar 205,82 gram/hari. Ini adalah nilai rata-ratanya. Ulangan dalam hal ini bukan jumlah hari. Melainkan salah satu metode dari bagaimana penelitian ini dilakukan.

Penjelasannya adalah sebagai berikut
"penambahan eceng gondok ke dalam ransum memberikan flavor atau aroma yang enak pada ransum sehingga meningkatkan palatabilitas dan mempengaruhi konsumsi ransum. Pemberian ransum yang terfermentasi dapat meningkatkan konsumsi ransum kelinci peranakan New Zealand White. Hal ini sependapat dengan pernyataan Saleh, dkk. (2005) bahwa hasil fermentasi dapat mengubah kandungan gizi dan flavor bahan pakan menjadi lebih baik, yang nantinya dapat meningkatkan palatabilitas ransum sehingga konsumsi ransum kelinci peranakan New Zealand White menjadi lebih tinggi, sesuai dengan pendapat Prihatman (2000), tinggi rendah konsumsi ransum dipengaruhi oleh temperatur, lingkungan, palatabilitas, selera, konsentrasi nutrisi, bentuk pakan, bobot badan dan fase produksi ternak itu sendiri."


eceng-gondok-untuk-pakan-ternak-kelinci-kambing-domba-sapi


Selain tingkat konsumsi ransum dari penelitian ini juga dapat dilihat pertambahan bobot dari ternak kelinci. Penambahan eceng gondok ke dalam ransum dapat memperbaiki kualitas dari ransum tersebut sehingga dapat meningkatkan pertambahan bobot ternak. Hasilnya dapat dilihat dari gambar tabel di bawah ini. Pada gambar tabel tersebut dapat dilihat angka-angkanya juga. 

Kelinci yang dikasih makan ransum komplit murni R0, tanpa eceng gondok sama sekali, pertambahan bobot badan rata-rata selama penelitian adalah sebesar 10,43 gram/hari.
Kelinci yang dikasih makan ransum komplit murni R1, ransum komplit dengan kandungan eceng gondok 20%, pertambahan bobot badan rata-rata selama penelitian adalah sebesar 16,22 gram/hari.
Kelinci yang dikasih makan ransum komplit murni R2, ransum komplit dengan kandungan eceng gondok 40%, pertambahan bobot badan rata-rata selama penelitian adalah sebesar 11,08 gram/hari.

eceng-gondok-untuk-pakan-ternak-kelinci-kambing-domba-sapi
Campuran eceng gondok yang terlalu tinggi akibatnya jumlah anti nutrisi yang ada pada pakan juga tinggi. Anti nutrisi yang ada pada eceng gondok adalah asam oksalat, asam sianida dan asam nitrat. Oksalat merupakan salah satu komponen nonpolisakarida dari dinding sel tumbuhan yang dapat mengikat mineral seperti kalsium, magnesium, sodium dan potasium. Hal tersebut menyebabkan penurunan konsumsi, sehingga pertambahan bobot badan tertinggi terdapat pada pencampuran ransum R1 dan menurun kembali seiring dengan jumlah eceng gondok fermentasi pada ransum R2.


Read More