Isi dari blog ini di update di kambingjoynim.com
Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 2

Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 2

Postingan kali ini melanjutkan postingan saya sebelumnya.

Herbal dan Kekebalan Tubuh

Banyak studi yang menunjukkan bahwa Echinacea dapat menghancurkan berbagai macam virus dan bakteri. Echinacea atau nama lainnya purple coneflower adalah tanaman berbunga.Tanaman ini tumbuh banyak di Eropa dan Amerika Utara. DI Amerika, Eropa dan Cina tanaman ini populer sebagai penguat ketahanan tubuh atau antibodi.

Beberapa tanaman herbal digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau mengembalikan kekebalan tubuh yang sedang turun ke level normal. Jamur Shitake misalnya, dapat memberikan efek positif terhadap sistem kekebalan tubuh. Ia memiliki kandungan antivirus yang bernama lentinan. Lentinan ini bekerja dengan cara meningkatkan aktifitas interferon. Interferon ini adalah mekanisme pertahanan dalam melawan virus. Interferon adalah nama yang diberikan karena sifatnya mengganggu (interfere) atau menghambat replikasi virus saat dirilis oleh sel inang yang terinfeksi.

Herbal dan Parasit

Herbal - herbal yang digunakan dalam masak memasak dapat digunakan untuk membunuh parasit. Dalam istilah kesehatan parasit di tujukan kepada makhluk hidup atau organisme yang merugikan dan menyebabkan penyakit. Misalnya cacing, kutu, jamur, bakteri dan virus yang merugikan. Jahe, dan minyak esensial misalnya, dapat digunakan untuk membunuh cacing gelang. Dari beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jahe ternyata lebih efektif membunuh membunuh cacing gelang daripada "piperazine citrate". Piperazine adalah salah satu obat yang digunakan dalam pengobatan oleh infeksi cacing, baik cacing gelang ataupun cacing kremi.

herbal-untuk-kambing-domba-sapi

Herbal dan Kualitas Daging


Penggunaan antioksidan buatan seperti BHT, Santoquin, dan TBHQ untuk meningkatkan produksi daging itu sudah umum. BHT dalam istilah kimianya adalah butilhidroksituluen, Santoquin dan Tersier Butil Hidroksi Quinolin (TBHQ) memang secara umum digunakan sebagai antioksidan dalam peternakan. Informasi lebih lanjutnya nanti bisa di googling. Meskipun penggunaan antioksidan ini di klaim aman untuk jangka panjang, namun efek jika digunakan secara terus menerus belum diketahui. Oleh karena itu penggunaan anti oksidan alami dirasa lebih efektif dalam menjaga kualitas daging dari ternak.

Beberapa penelitian mengenai herbal dan kualitas daging diantaranya:
Domba yang hidup secara liar di alam pegunungan (mencari makan sendiri) memiliki kualitas daging yang baik. Hal ini karena domba liar kadang memakan tanaman herbal dan akar-akaran sehingga secara alami memperbaiki kualitas daging mereka.


 Herbal dan Kualitas Telur


Sebuah penelitian dari daun mulberri yang dicampurkan ke dalam ransum ayam petelur ternyata dapat memperbaiki warna dari kuning telurnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan daun mulberry berguna dalam meningkatkan kualitas telur. Selain itu kandungan antioksidan dalam telur juga meningkat.
daun-mulberry-untuk-herbal-kambing-domba-sapi

Masih banyak lagi manfaat-manfaat dari tanaman-tanaman herbal. Ekstrak dari tanaman herbal nantinya dapat digunakan sebagai anti bakteri, antibiotik, peningkat sistem kekebalan tubuh, dan antivirus. Meskipun penggunaan herbal ini masih dalam penelitian, kita bisa lebih percaya diri karena Indonesia sangat kaya akan tanaman herbal. Karena kekurangan informasi mengenai penelitian herbal dari Indonesia, mohon maaf saya hanya menyampaikan herbal yang ada dalam jurnal publikasinya.

Semoga bermanfaat dan bisa memotivasi untuk lebih percaya diri dalam menggunakan herbal dalam keseharian kita.

download jurnal publikasi

Read More
Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 1

Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 1

Dalam kondisi alami, secara naluri alami hewan mencari dan memakan tanaman herbal untuk mengobati penyakit tertentu. Kondisi alami adalah kondisi alam liar, misalnya dihutan. Telah diamati hewan-hewan seperti anjing, kuda, kucing dan kelinci mencari tanaman herbal tertentu ketika mereka sakit. Pengobatan herbal tradisional, apakah herbal India, Ramuan China, herbal barat atau herbal Afrika secara umum menggunakan keseluruhan dari bagian tanaman herbal. Akar, biji, dan daun digunakan secara bersamaan supaya lebih efektif. Penggunaan ramuan herbal juga dikombinasikan dengan jenis tanaman herbal lain, supaya kandungan bahan aktifnya lebih lengkap dan lebih efektif.

jahe-untuk-jamu-kambing-domba-sapi-ayam

Tanaman herbal sangat banyak macamnya. Tidak hanya yang kebanyakan kita kenal seperti jahe, temulawak, kencur dan masih banyak yang lainnya. Tanaman herbal herbal ini dapat dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, "food herbs". Kalau saya artikan menjadi makanan herbal sepertinya tidak sesuai. Pemahaman saya herbal ini aman kalau misalnya termakan atau dimakan oleh manusia , tidak mengandung racun, tidak berbahaya akut dan bisa digunakan jangka panjang. Yang termasuk dalam kategori ini misalnya jahe, Bawang putih, daun dan akar dandelion, marsmallow, dan peppermint. 
Kedua, "medicine herb". Herbal golongan kedua ini bersifat lebih kuat dan digunakan untuk tujuan pengobatan dengan dosis yang pas dan dapat berbahaya bila digunakan secara ngawur. Contoh Andrographis, Blue Cohosh, Cascara Sagrada, Celandine, Ephedra, Goldenseal, Senna and Oregon Grape Root. Ketiga, "poison herb". Herbal jenis ini berpotensi beracun dan perlu persetujuan medis dalam penggunaannya. Misalnya Belladonna,Bryonia, Datura, Gelsemium, Henbane, Male Fern, Phytolacca, Podophyllum, dan Veratrum.

Tanaman herbal jenis kedua dan ketiga jarang sekali kita dengar di Indonesia. Mungkin herbal-herbal yang banyak kita jumpai di Indonesia masuk dalam kategori herbal yang pertama yaitu food herbs. Ini merupakan kekayaan dan anugrah yang harus disukuri. Saat orang luar negri bereksperimen tentang pengobaatan herbal, kita bisa dengan mudah mendapatkan tanaman-tanaman herbal ini.

Kelebihan Menggunakan Herbal untuk Hewan Ternak

Penelitian tentang penggunakan herbal untuk nutri hewan ternak sudah semakin meningkat. Tujuannya adalah mengurangi jumlah penggunaan antibiotik dalam peternakan unggas dan mamalia. Antibiotik ini sudah banyak digantikan oleh probiotik, prebiotik dan juga herbal untuk menjaga performa pertumbuhan hewan ternak.

Herbal adalah pemacu pertumbuhan alami dan aman dikonsumsi oleh manusia dan hewan ternak (kambing, sapi dan domba). Herbal juga tidak meninggalkan residu dalam produk peternakan. Residu dalam kamus besar bahasa indonesia artinya ampas atau endapan. Kalau saya memahaminya endapan dari obat-obatan kimia yang tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh hewan semasa hidupnya. Semakin sedikit penggunaan antibiotik dan obat-obatan kimia maka semakin sedikit pula residu yang ada pada suatu produk peternakan. Produk peternakan itu misalnya daging, telur dan susu. Penggunaan herbal tentunya juga lebih murah.

Salah satu penelitian penggunaan herbal adalah dapat mengganti virginiamycin sebagai pemacu pertumbuhan pada anak ayam broiler. Virginiamycin  itu sejenis antibiotik untuk mencegah kontaminasi bakteri. Selain itu ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa penggantian antibiotic dengan minyak esensial sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan DOC ayam broiller. Dari penelitian-penelitian tersebut ternyata antibiotik dapat digantikan dengan herbal misalnya minyak essensial dan hasilnya tidak berpengaruh banyak terhadap pertumbuhan hewan ternak (ayam, kambing, domba dan sapi).

Bahan Aktif Di dalam Herbal

Alfalfa
Sangat kaya akan vitamin dan mineral seperti besi, kalsium, magnesium, fosfor, sulfur, klorin, sodium, potasium dan silikon. Alfalfa merupakan sumber yang bagus untuk karoten ( Vit A) dan vitamin K yang berfungsi dalam pembekuan darah dan mencegah pembusukan gigi.

Aloe Vera / Lidah Buaya
Lidah buaya sangat baik untuk luka bakar. Ia juga dapat digunakan oleh ibu menyusui untuk mengobati sakit puting. Lidah buaya dapat digunakan sebagai tetes mata  untuk meningkatkan sirkulasi dan memperbaiki penglihatan. Lidah buaya juga menstimulasi sirkulasi darah di daerah yang terluka sehingga mempercepat penyembuhan.

Bunga Calendula atau Marigold
Herbal-untuk-ternak-kambing-domba-sapi

Berfungsi sebagai anti jamur pelawan peradangan, 










Minyak Pohon Teh

Minyak dari pohon teh berkhasiat sebagai antiseptik dan antibiotik. Keunggulannya dibanding antiseptic yang lain, minyak pohon teh tidak merusak jaringan sehat disekitarnya.

Sebenarnya masih banyak contoh herbal dan fungsinya, karena jenis tanaman herbalnya kurang familiar di negara Indonesia, jadi saya malas untuk menulisnya.. hehe
Read More
Alternatif jamu penambah nafsu makan kambing

Alternatif jamu penambah nafsu makan kambing

Tingkat nafsu makan ternak kambing itu menurut saya berbeda-beda. Ada banyak hal yang mempengaruhi ternak kambing dalam soal nafsu makan ini. Diantaranya ialah tingkat palatabilitas pakan dan kondisi dari ternak kambing itu sendiri. Kambing yang sakit atau kurang sehat tentu nafsu makannya akan berbeda dengan nafsu makan kambing yang normal. 

Untuk kambing yang normal, nafsu makan nya pun kadang yang berbeda. Pakan hijauan jenis tertentu, misalnya rumput gajah, daun singkong dll, satu kambing bisa makan dengan lahap yang lain belum tentu. Kalau pakannya sama, otomatis palatabilitas pakan juga sama. Akan tetapi ada kambing yang nafsu makan terhadap pakan tersebut kurang. Mungkin saat-saat seperti ini perlu adanya sebuah jamu penbah nafsu makan.

Untuk jamu penambah nafsu makan kambing, sebenarnya sudah banyak produknya yang dijual di pasaran. Tinggal beli dan langsung diberikan ke kambing. Pemberiannya sesuai petunjuk penggunaan tentunya. Atau bisa berkonsultasi ke dokter hewan atau mantri hewan terdekat. Untuk penggunaan jangka panjang, ini kan menjadi suatu kerepotan. Repot harus beli terus menerus dan repot di kantong. Resiko produk yang tidak herbal mungkin ada efek sampingnya kalau digunakan dalam waktu jangka panjang. 



Saya dapat artikel yang memberikan alternatif jamu penambah nafsu makan kambing. Resepnya herbal dan sepertinya mudah untuk diikuti.

  • Temu ireng, temulawak, kunyit, lempuyang, 10-15 buah pace atau mengkudu. Semua bahan ditumbuk halus lalu diberikan bersama ransum kambing seminggu sekali
  • Dua sisir pisang dimasak dengan santan ditambah gula jawa dan garam dapur. Semuanya dimasak sampai menjadi bubur lalu diberikan ke ternak kambing secukupnya
  •  Beberapa telur ayam kampung dicampur sebotol kecap diberikan sekali sehari secukupnya
  • Kurang lebih 15 lembar daun talas/keladi ditambah 15 sendok garam ,dimasak/dipanaskan sampai mendidih. Setelah dingin diberikan sehari sekali
  •  Tumbuk bersama-sama campuran bahan sbb : temu ireng, asam jawa 1 genggam dan garam secukupnya. Diberikan sekali sehari secukupnya
  • Buat campuran gula jawa, asam jawa (Tamarindus indica) dan beberapa butir telur ayam. Diberikan tiap hari sampai pulih nafsu makan
  • Daun pepaya (Carica papaya Linn) ditumbuk lalu diperas, airnya dicampur beberapa butir telur ayam, diberikan secukupnya
  • Gist (biang roti) atau ferment 10 gr digiling bersama bawang putih 50 gr. Cara pemberianya dicampurkan pada rumput atau air, diberikan 2 kali seminggu
  • Lempuyang (Zingiber aromatica) dan Temulawak (Curcuma xanthoriza) ditumbuk kemudian + kecap + sedikit air, dimasak, diberika seminggu 2 kali
  • Untuk pedet (lepas sapih) dibuat campuran 3 btr telur itik, daging kelapa muda 1 btr, 1 gelas air kelapa muda dan 3 sendok gula pasir. Diberikan seminggu sekali.
  • Seonggok daun jarak (Jatropha curcas Linn) direndam dalam air garam disimpan dalam wadah dari tanah liat disimpan beberapa bulan. Minumkan larutan tersebut 1 sendok sekali tiap hari pada sapi. Air boleh ditambah kedalam wadah bila diperlukan
sumber : http://bp3kseyegan.slemankab.go.id/obat-tradisional-jamu-jawa-penambah-nafsu-makan.slm
Read More
Jamu Penambah Nafsu Makan Ternak Kambing

Jamu Penambah Nafsu Makan Ternak Kambing

Tingkat nafsu makan ternak kambing itu menurut saya berbeda-beda. Ada banyak hal yang mempengaruhi ternak kambing dalam soal nafsu makan ini. Diantaranya ialah tingkat palatabilitas pakan dan kondisi dari ternak kambing itu sendiri. Kambing yang sakit atau kurang sehat tentu nafsu makannya akan berbeda dengan nafsu makan kambing yang normal. 

Untuk kambing yang normal, nafsu makan nya pun kadang yang berbeda. Pakan hijauan jenis tertentu, misalnya rumput gajah, daun singkong dll, satu kambing bisa makan dengan lahap yang lain belum tentu. Kalau pakannya sama, otomatis palatabilitas pakan juga sama. Akan tetapi ada kambing yang nafsu makan terhadap pakan tersebut kurang. Mungkin saat-saat seperti ini perlu adanya sebuah jamu penbah nafsu makan.

Untuk jamu penambah nafsu makan kambing, sebenarnya sudah banyak produknya yang dijual di pasaran. Tinggal beli dan langsung diberikan ke kambing. Pemberiannya sesuai petunjuk penggunaan tentunya. Atau bisa berkonsultasi ke dokter hewan atau mantri hewan terdekat. Untuk penggunaan jangka panjang, ini kan menjadi suatu kerepotan. Repot harus beli terus menerus dan repot di kantong. Resiko produk yang tidak herbal mungkin ada efek sampingnya kalau digunakan dalam waktu jangka panjang. 

Saya dapat artikel yang memberikan alternatif jamu penambah nafsu makan kambing. Resepnya herbal dan sepertinya mudah untuk diikuti.

  • Daun talas sebanyak 3 lembar dan garam dapur 3 sendok makan. Penyajiannya sebagai jamu penambah nafsu makan kambing, daun talas dan garam dapur dimasak secara bersamaan selama 15 menit. Daun yang sudah dimasak tadi kemudian diberikan ke kambing yang nafsu makannya kurang. Ini resep penambah nafsu makan kambing per ekor kambing. Kalau anda punya 20 kambing, ya berarti 60 lembar daun talas dan 60 sendok makan garam dapur. hahaha....Tapi apakah daun talas disukai kambing atau palatabilitasnya bagus? ataukan pemberiannya harus dipaksa? ya dicoba saja....
  • Kencur dan kuning telur ayam. Kencur segar sebanyak 1 ons dihaluskan. Kencur yang sudah halus dicampur dengan kuning telur ayam 1 butir. Dicampur dan diaduk sampai merata. Pemberiannya kepada kambing selama 3 hari sekali sampai nafsu makan kambing kembali normal. 
  • Daun buni, umbi lempuyang gajah dan terasi.  Daun buni , umbi lempuyang gajah, dan ditambah terasi secukupnya ditumbuk sampai halus. Setelah itu diseduh dengan air matang, airnya sedikit saja. Kemudian diperas dan perasannya dicekokkan ke kambing yang nafsu makannya berkurang
  • Mentimun, garam dapur, asam jawa dan terasi. Mentimun sebanyak 2 buah dihaluskan, kemudian ditambah garam dapur, Asam jawa, terasi dan sedikit air. Semua bahan dicampur dan diaduk supaya merata lalu siap diberikan atau dicekokkan ke kambing yang nafsu makannya berkurang
Silahkan dicoba dan dipraktekkan kalau anda mempunyai kambing yang nafsu makannya berkurang. Sebagai catatan saya belum mencobanya sendiri. Kalau saya melihat kambing tidak nafsu makan, mungkin kalau menurut saya itu cacingan. Resep yang tidak dari mantri hewan, misalnya dari artikel ini, perlu dikaji ulang, di nalar, didiskusikan ke yang berpengalaman dan lain-lain supaya aman. Karena resiko ya nanti ditanggung sendiri.

terima kasih...
Read More
Meningkatkan Kualitas Silase Daun dan Pelepah Sawit

Meningkatkan Kualitas Silase Daun dan Pelepah Sawit

Bahan pakan ternak kambing bisa apa saja, banyak sekali macamnya, yang penting ternak kambing menyukainya. Lebih asik lagi kalau bahan ternak kambing bisa diperoleh dari lingkungan sekitar, tidak harus mendatangkan dari luar daerah dan harganya sangat terjangkau. Terjangkau dalam artian terjangkau oleh tangan dan terjangkau oleh kantong.

Peternak kambing dan domba di pedesaan biasanya pakannya hanya hijauan dan tidak begitu bervariasi. Kalau sedang musim panen kacang tanah, menu makanan ternak kambing hampir seluruhnya daun kacang tanah atau "daduk" (istilah daerah). Misalnya di daerah saya, Pati Jawa Tengah, saat musim panen ketela pohon, maka bisa dipastikan setiap hari menu pakan kambing adalah daun ketela. Untuk daerah lain tentu mungkin berbeda hasil pertaniannya.

daun-kelapa-sawit-untuk-pakan-kambing-domba-

Sesuai dengan tema pada postingan ini, kali ini saya akan membahas tentang kelapa sawit. Iya, kelapa sawit yang digunakan untuk  pakan ternak kambing atau domba. Karena kualitas dari daun kelapa sawit ini rendah, maka dalam penggunaannya untuk pakan kambing dibuat silase terlebih dahulu. Kandungan dari daun kelapa sawit adalah berat kering (BK) 46.18%, serat kasar (SK) 21.52%, lemak kasar (LK) 4.37%, energi bruto 4 461 kal/g, Ca 0.84% P 0.17% dan protein kasar (PK) 4.7%.

Pembuatan silase daun kelapa sawit lebih baik dalam pembuatannya ditambahkan bahan-bahan lain. Bahan-bahan tambahan ini mempunyai kualitas yang baik sehingga meningkatkan nilai nutrisi ransum. Dalam penelitian yang saya bahas kali ini, bahan-bahan tersebut adalah daun singkong dan daun indigofera.

Cara pembuatan silasenya adalah sebagai berikut. Daun sawit dan pelepahnya, Indigofera, dan daun singkong dipotong-potong dengan lebar 2-3 mm, dan panjang 2-5 cm. Daun sawit yang sudah dipotong, ditimbang sebanyak 2 kg. Daun sawit dicampur dengan daun singkong dan Indigofera sebanyak 10%, 20%, dan 30%. Tepung jagung ditambah sebanyak 3%, pada masing-masing perlakuan. Bahan yang sudah tercampur dimasukkan ke dalam plastik hitam hingga padat dan diikat dengan tali karet dan disimpan ditempat yang tertutup dan jauh dari sinar matahari selama 21 hari. Pada umur 21 hari, maka silase siap untuk dipanen.

Kata perlakuan pada paragraf di atas maksudnya adalah variasi komposisi dari bahan tambahan silase. Daun singkong dan indigofera di tambahkan dengan jumlah yang bervariasi supaya dapat mengetahui jumlah terbaik dari penambahan daun singkong dan daun indigofera dalam silase daun sawit ini. Variasi penambahan jumlah daun singkong dan indigofera adalah sebagai berikut.
P0 = 100% daun sawit
P1 = 90% sawit + 10% daun singkong
P2 = 80% sawit + 20% daun singkong
P3 = 70% sawit + 30% daun singkong
P4 = 90% sawit + 10% Indigofera
P5 = 80% sawit + 20% Indigofera
P6 = 70% sawit + 30% Indigofera

Hasil

Setelah silase daun sawit dipanen, maka kemudian diuji kualitasnya. Pengujian dalam penelitia ini banyak macamnya. Dalam postingan ini hanya saya tampilkan hasil dari kandungan nutrisi silase ransum kelapa sawit ini. Untuk hasil lengkapnya silahkan nanti didownload sendiri file skripsinya.


kandungan-nutrisi-silase-daun-kelapa-sawit-untuk-pakan-kambing-domba

link download file skripsi
Read More