Isi dari blog ini di update di kambingjoynim.com
Meningkatkan Kualitas Silase Daun dan Pelepah Sawit

Meningkatkan Kualitas Silase Daun dan Pelepah Sawit

Bahan pakan ternak kambing bisa apa saja, banyak sekali macamnya, yang penting ternak kambing menyukainya. Lebih asik lagi kalau bahan ternak kambing bisa diperoleh dari lingkungan sekitar, tidak harus mendatangkan dari luar daerah dan harganya sangat terjangkau. Terjangkau dalam artian terjangkau oleh tangan dan terjangkau oleh kantong.

Peternak kambing dan domba di pedesaan biasanya pakannya hanya hijauan dan tidak begitu bervariasi. Kalau sedang musim panen kacang tanah, menu makanan ternak kambing hampir seluruhnya daun kacang tanah atau "daduk" (istilah daerah). Misalnya di daerah saya, Pati Jawa Tengah, saat musim panen ketela pohon, maka bisa dipastikan setiap hari menu pakan kambing adalah daun ketela. Untuk daerah lain tentu mungkin berbeda hasil pertaniannya.

daun-kelapa-sawit-untuk-pakan-kambing-domba-

Sesuai dengan tema pada postingan ini, kali ini saya akan membahas tentang kelapa sawit. Iya, kelapa sawit yang digunakan untuk  pakan ternak kambing atau domba. Karena kualitas dari daun kelapa sawit ini rendah, maka dalam penggunaannya untuk pakan kambing dibuat silase terlebih dahulu. Kandungan dari daun kelapa sawit adalah berat kering (BK) 46.18%, serat kasar (SK) 21.52%, lemak kasar (LK) 4.37%, energi bruto 4 461 kal/g, Ca 0.84% P 0.17% dan protein kasar (PK) 4.7%.

Pembuatan silase daun kelapa sawit lebih baik dalam pembuatannya ditambahkan bahan-bahan lain. Bahan-bahan tambahan ini mempunyai kualitas yang baik sehingga meningkatkan nilai nutrisi ransum. Dalam penelitian yang saya bahas kali ini, bahan-bahan tersebut adalah daun singkong dan daun indigofera.

Cara pembuatan silasenya adalah sebagai berikut. Daun sawit dan pelepahnya, Indigofera, dan daun singkong dipotong-potong dengan lebar 2-3 mm, dan panjang 2-5 cm. Daun sawit yang sudah dipotong, ditimbang sebanyak 2 kg. Daun sawit dicampur dengan daun singkong dan Indigofera sebanyak 10%, 20%, dan 30%. Tepung jagung ditambah sebanyak 3%, pada masing-masing perlakuan. Bahan yang sudah tercampur dimasukkan ke dalam plastik hitam hingga padat dan diikat dengan tali karet dan disimpan ditempat yang tertutup dan jauh dari sinar matahari selama 21 hari. Pada umur 21 hari, maka silase siap untuk dipanen.

Kata perlakuan pada paragraf di atas maksudnya adalah variasi komposisi dari bahan tambahan silase. Daun singkong dan indigofera di tambahkan dengan jumlah yang bervariasi supaya dapat mengetahui jumlah terbaik dari penambahan daun singkong dan daun indigofera dalam silase daun sawit ini. Variasi penambahan jumlah daun singkong dan indigofera adalah sebagai berikut.
P0 = 100% daun sawit
P1 = 90% sawit + 10% daun singkong
P2 = 80% sawit + 20% daun singkong
P3 = 70% sawit + 30% daun singkong
P4 = 90% sawit + 10% Indigofera
P5 = 80% sawit + 20% Indigofera
P6 = 70% sawit + 30% Indigofera

Hasil

Setelah silase daun sawit dipanen, maka kemudian diuji kualitasnya. Pengujian dalam penelitia ini banyak macamnya. Dalam postingan ini hanya saya tampilkan hasil dari kandungan nutrisi silase ransum kelapa sawit ini. Untuk hasil lengkapnya silahkan nanti didownload sendiri file skripsinya.


kandungan-nutrisi-silase-daun-kelapa-sawit-untuk-pakan-kambing-domba

link download file skripsi
Read More
Klobot Jagung Untuk Pakan Domba sampai 70%

Klobot Jagung Untuk Pakan Domba sampai 70%

Tanaman jagung sudah biasa untuk dijadikan sebagai pakan ternak. Sapi, kambing, atau domba biasanya menyukai tanaman jagung ini. Hampir seluruh bagian dari tanaman ini memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak (kambing, domba dan sapi). Kebanyakan yang dijadikan pakan ternak adalah daun dan batangnya atau saya menyebutnya tebon. 

Daun dan batang jagung setelah dipanen memiliki nilai ekonomis yang rendah setelah jagung dipanen. Meskipun memiliki nilai ekonomis yang rendah tebon jagung dikalangan masyarakat bawah termasuk mahal. Lain daerah lain harga. Ada daerah yang memang produksi jagungnya memang tinggi ada daerah yang kurang bernilai ekonomis pertaniannya apabila ditanami jagung.


Kembali ke klobot jagung. Ada penelitian dari skripsinya mahasiswa salah satu universitas negeri di Solo. Waktu penelitiannya pada tahun 2010. Cukup lama tapi ndak apa-apa semoga tetap bisa menjadi wawasan dan referensi. Penelitiannya tentang memanfaatkan klobot jagung untuk diberikan ke domba. Klobot jagung diberikan dalam jumlah yang bervariasi mulai dari tanpa klobot sampai 70%. Hal ini menjadi menarik karena jumlah klobot jagung yang diberikan sampai sebanyak itu.

Nutrisi dan  Silase Klobot Jagung

Berapa sih kandungan nutrisi klobot jagung? Kandungan klobot jagung menurut Hasil analisa proksimat laboratorium pakan Lolit Sapi potong , Grati, Pasuruan menunjukkan bahwa kandungan nutrisi klobot jagung adalah : bahan kering 42,56 %, protein kasar 3,4%, Lemak kasar 2,55%, serat kasar 23,318% dan TDN 66,41%. Kalau dibandingkan dengan eceng gondok seperti pada postingan saya sebelumnya, klobot jagung ini memiliki bahan kering yang cukup tinggi tetapi protein kasarnya sedikit. Eceng gondok memiliki bahan kering yang sangat sedikit, tetapi dalam kandungan bahan kering tersebut, protein kasarnya lumayan.

Cara penelitian ini dilakukan secara singkat akan saya uraikan. Semua alat dan kandang dibersihkan, domba-domba yang akan dijadikan sebagai ternak penelitian dibersihkan dari parasit dan kemudian menyiapkan ransum yang akan di jadikan penelitian. Masing-masing sudah saya tulis dalam postingan saya sebelumnya. Dapat dilihat dengan mengklik link yang ada pada tulisan di paragraf ini.

Komposisi ransum yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi tiga macam. Pertama, ternak domba diberi makan ransum yang terdiri dari 70% rumput lapang, 30% konsentrat, tanpa silase klobot jagung. Kedua, ternak domba diberi makan ransum yang terdiri atas 50% rumput lapang, 30% konsentrat dan 30% silase klobot jagung. Ketiga, ternak domba diberi makan ransum yang terdiri atas konsentrat 30%, 70% silase klobot jagung dan tanpa rumput lapang sama sekali. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah silase klobot jagung bisa menggantikan rumpung lapang seluruhnya. Nanti hasilnya bisa sama-sama kita lihat.

Penelitian kali ini cukup lengkap, jadi mempermudah untuk memahami. Dicantumkan juga kandungan nutrisi dari ketiga ransum tersebut. Datanya dapat dilihat di tabel di bawah ini.
komposisi-ransum-pakan-domba-penelitian-dengan-silase-klobot-jagung
kandungan nutrisi ransum silase klobot jagung untuk domba

PO adalah ransum yang pertama, P1 adalah ransum ternak domba yang kedua, dan P2 adalah ransum pakan domba yang ketiga. Ketiga-tiganya memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama, meskipun ada perbedaan nilai nutrisi nilainya sangat kecil.

Konsentrat yang digunakan untuk ternak domba ini, komposisinya dapat dilihat pada tabel di bawah.
komposisi-susunan-konsentrat-ternak-domba
komposisi konsentrat ternak domba
Konsentratnya terdiri dari bekatul, tepung jagung, bungkil kedelai, urea dan premik. 

Hasil

Hasil dari penelitian ini sangat positif. Positif untuk para peternak di pedesaan atau peternak skala kecil (seperti saya). Seperti yang ditunjukkan pada tabel ternak domba yang dikasih makan tanpa silase klobot jagung, rata-rata konsumsi harian dombanya sebanyak 524,73 gram/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang mengandung 20%  silase klobot jagung (P1), rata-rata konsumsi ternak dombanya sebanyak 537, 54 gram/ekor/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang mengandung 70% silase klobot jagung (P2), rata-rata konsumsi ternak dombanya sebanyak 548,56 gram/ekor/hari.
Hasil-konsumsi-ransum-silase-klobot-jagung-pada-domba
konsumsi rata-rata ransum 
 Kalau dicermati dari hasil tersebut, penggantian silase klobot jagung untuk rumput lapangan, tidak memberikan efek negatif terhadap konsumsi ransum. Nilai konsumsi ransum cenderung meningkat dengan ditambahkannya silase klobot jagung. Jadi tidak masalah kalau seandainya ternak domba diberi makan silase klobot jagung dan konsentrat tanpa hijauan lainnya. Disini, silase klobot jagung bisa menggantikan rumput lapangan dan palatabilitasnya juga sebagus rumput lapangan. Tapi silase klobot jagung ini diberikan dalam bentuk silase. Dalam skala penelitian, pemberian pakan silase ini juga tidak lama, setelah penelitian selesai, biasanya ya selesai...Belum teruji untuk pemberian jangka panjangnya. Meskipun dalam skala penelitian pemberian ransum yang full silase klobot jagung dan konsentrat ini berhasil, untuk penggunakan skala jangka panjang perlu kehati-hatian. itu pendapat saya.

Sebagai informasi tambahan, penelitian ini ternyata berlangsung selama 10 minggu atau sekitar 2 bulan setengah. Jadi untuk dijadikan sebagai pakan musiman mungkin masih bisa kalau hanya 10 minggu. Kalau harus nyetok klobot jagung dan akan digunakan jangkap panjang, setahun misalnya, kayaknya perlu dikaji lebih lanjut. Atau bisa konsultasi ke ahlinya atau peternak yang sudah berpengalaman.

Hasil selanjutnya adalah pertambahan bobot badah harian ternak domba yang diberi makan ransum klobot jagung ini. Ternak doyan makan saja tidak cukup, kalau makan banyak tapi tidak menjadikan gemuk ya percuma. Oleh karena itu saya tampilkan hasil pertambahan bobot badan domba dengan diberi makan ransum silase klobot jagung ini. Hasilnya disajikan dalam tabel dan dapat dilihat di bawah ini.
pertambahan-bobot-harian-ternak-domba-yang-diberi-ransum-silase-klobot-jagung
Ternak domba yang hanya diberi ransum konsentrat dan rumput lapangan(P0), pertambahan bobot hariannya rata-rata 44,65 gram/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang ada silase klobot jagungnya 20% (P1) pertambahan bobot badan harianya 42,86 gram/hari. Ternak domba yang diberi makan ransum yang ada silase klobot jagungnya sampai 70% (P2) Pertambahan bobot badan hariannya 40,18 gram/hari.

Pertambahan bobot badan domba penelitian semakin menurun dengan semakin banyak silase klobot jagungnya. Meskipun selisihnya pertambahan bobotnya tidak banyak, peneliti mengangap hal ini tidak masalah. Silase klobot jagung masih Ok, untuk digunakan sebagai pengganti rumput lapangan. Kalau saya juga setuju. Pemberian makan selama penelitian biasanya diukur atau dijatah. Jadi kalau mau cepet gemuk ya dikasih makan yang lebih banyak. Untuk itu dombanya makannya di loss aja...

Read More
Cara Membuat Konsentrat dan Silase Klobot Jagung

Cara Membuat Konsentrat dan Silase Klobot Jagung


Ini adalah penggalan dari sebuah penelitian dari salah satu universitas negeri di solo. Di skripsi penelitiannya ia menuliskan cara mempersiapkan kandang, kambing dan pakannya. Berikut adalah kutipannya

Cara Membuat Konsentrat dan Silase Klobot Jagung

Klobot-jagung-untuk-pakan-kambing-domba-silase-klobot-jagung


"Konsentrat di buat sendiri yang terdiri dari bekatul, bungkil kedelai, tepung jagung, urea dan premik.Sedangkan silase dibuat dari klobot jagung dengan cara dipotong – potong 3-5 cm kemudian dijemur sampai kadar air sekitar 50%kemudian dicampur dengan molasses sebanyak 4% sampai merata kemudian dibungkus rapat dengan kantong plastik dan disimpan selama 21 hari."

download file skripsi
Read More
Cara Membersihkan Parasit  Kambing dan Domba Cacingan

Cara Membersihkan Parasit Kambing dan Domba Cacingan

Ini adalah penggalan dari sebuah penelitian dari salah satu universitas negeri di solo. Di skripsi penelitiannya ia menuliskan cara mempersiapkan kandang, kambing dan pakannya. Berikut adalah kutipannya

Mempersiapkan Kambing dan Domba

kambing-cacingan-dan-cara-mengatasinya

"Domba sebelum diberi pakan perlakuan diberi obat cacing merx Nemasol dengan dosis 375 mg / 45 kg BB untuk menghilangkan parasit dalam saluran pencernaan. Persiapan domba dilakukan selama 2 minggu untuk adaptasi terhadap lingkungan kandang dan pakan perlakuan serta penimbangan bobot badan awal. Domba sebanyak 12 ekor dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, tiap kelompok perlakuan terdiri dari 4 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 1 ekor domba."

Read More
Cara membersihkan kandang kambing

Cara membersihkan kandang kambing

Ini adalah penggalan dari sebuah penelitian dari salah satu universitas negeri di solo. Di skripsi penelitiannya ia menuliskan cara mempersiapkan kandang, kambing dan pakannya. Berikut adalah kutipannya

Persiapan Kandang Kambing dan Domba

"Kandang Kambing dan domba serta semua peralatannya sebelum digunakan dibersihkan dahulu untuk mencegah berkembangnya mikroba patogen yang dapat mengganggu kesehatan. Kandang kambing dan domba didisfektan dengan menggunakan Lysol dengan dosis 15 ml / 10 liter air. Tempat pakan dan minum serta peralatan yang lain dicuci dengan sabun dan direndam dengan antiseptik Lysol dengan dosis 15 ml / 10 liter air kemudian dikeringkan dan dimasukkan dalam kandang."






Read More