Isi dari blog ini di update di kambingjoynim.com
Penyakit Orf pada Kambing dan Domba serta Penangannya di Indonesia

Penyakit Orf pada Kambing dan Domba serta Penangannya di Indonesia

Pada postingan saya sebelumnya, saya telah membahas tentang penyakit-penyakit yang sering menyerang hewan ternak kambing dan domba. Ada penyakit orf, antraks, parasit, kembung dan keracunan. Hanya saja pada postingan sebelumnya tidak ada penanganan yang spesifik terhadap penyakit-penyakit tersebut. Di postingan kali ini, saya menulis dari jurnal publikasi yang secara khusus membahas penyakit orf dan penanganannya khususnya di Indonesia.

Penulis dari publikasi tersebut adalah seorang peneliti dari Balai Penelitian Veteriner, Bogor. Jurnalnya di publikasikan pada tahun 1993 dengan judul PENYAKIT ORF PADA TERNAK KAMBING DAN DOMBA SERTA CARA PENGENDALIANNYA DI INDONESIA. Ternyata publikasi ini sudah lama sekali, apakah nanti informasi dalam publikasi ini mutakhir atau tidak saya kurang faham. Hal ini masih sangat bisa didiskusikan lebih lanjut. 


Orf atau ektima kantagiosa merupakan penyakit kulit yang menyerang hewan ternak kambing dan domba. Kambing dan domba adalah hewan utama yang diserang oleh virus orf ini. Didaerah Bali nama penyakit ini dikenal dengan dakangan, di Sumatra Barat dikenal dengan penyakit purung atau muncung, dan di Jawa Barat dikenal dengan penyakit Bintumen.



Gejala Orf Pada Kambing dan Domba

Gejala pertama kali dari orf ini adalah mucul bintik-bintik merah pada kulit kambing. Biasanya di pangkal bibir. Bintik -bintik merah ini lama-lama menjadi vesikel. Dalam istilah kedokteran vesikel diartikan kulit melepuh dan berisi cairan. Lepuhan kulit kambing atau domba yang ada cairannya ini menjadi pustula. Pustula ini, lepuhan kulit tapi isinya sudah nanah. Kalau sudah sampai tahap ini biasanya akan menjadi kerak dan kaku sehingga menyulitkan kambing atau domba untuk makan. Kalau penyakit ini menyebar, area kerak ini bisa menjadi lebih luas. Bagian-bagian tubuh kambing yang sering terserang adalah bagian mulut dan muka, perut, kaki, kantung buah zakar, ambing , puting susu dan vulva.

penyakit-orf-pada-kambing-dan-cara-mengobatinya

Hewan Favorit yang diserang orf adalah kambing dan domba. Dari hewan-hewan ruminansia lain, kambing dan domba merupakan hewan yang paling mudah diserang oleh virus orf, begitu dikatakan dalam publikasinya. Meskipun tidak menutup kemungkinan hewan seperti rusa, onta dan anjing dapat terserang oleh orf ini. Tingkat keparahan dari infeksi penyakit ini bisa kecil sampai fatal. Dalam publikasinya disebutkan tingkat keparahan menjangkitnya virus ini antara 2,2 - 100 %. Jadi ada kemungkinan besar kambing atau domba masih bisa sembuh.

Kambing dan domba yang terjangkiti virus orf kemudian sembuh, maka kambing dan domba akan menjadi kebal terhadap virus ini. Dalam publikasi menyebutkan bahwa lama waktu kekebalan dari domba dan kambing sekitar 1 tahunan setelah ternak sembuh. Kekebalan ini tidak diturunkan ke anak-anak kambing. Misalnya kambing atau domba betina sembuh dari orf dan kemudian ia hamil dan punya anak. Anak ini hanya mewarisi sebagian kecil dari kekebalan induknya. Kalau ada serangan orf yang cukup berat kemungkinan besar bisa mati.

Penyakit orf dapat menular dari kambing/domba yang sakit ke kambing/domba lainnya secara kontak langsung maupun tidak langsung . Secara tidak langsung penyakit berjangkit karena terjadinya kontak antara kambing/domba yang sehat dengan bahan/alat atau lingkungan yang tercemar virus orf. Cara virus penyakit orf masuk ke dalam tubuh kambing/domba yaitu melalui luka-luka kecil seperti goresan-goresan yang terjadi pada kulit akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena hal-hal lainnya.

Penting!!!
Penyakit orf ini disebabkan karena infeksi oleh virus. Jadi pengobatan hanya memberikan efek yang sedikit. Tindakan yang efektif adalah pencegahan dengan memberikan vaksinasi pada kambing/domba sehat . Kambing dan domba yang terjangkiti orf bisa diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. Kambing dan domba juga diberikan multivitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Bagian kulit yang terinfeksi dapat diberi Salep pelunak untuk membantu agar mulut kambing/domba tidak terlalu sakit pada waktu makan. Salep lokal yang dapat digunakan adalah jodium tincture, misalnya Betadin. Kambing/domba yang terserang penyakit orf perlu diberi pakan yang lunak agar kambing/domba dapat makan dengan baik dan cukup supaya kondisinya tidak merosot . Dengan demikian daya tahan tubuhnya akan lebih baik dalam menahan serangan penyakit.

Sampai saat ini cara pengendalian dan pemberantasan penyakit menular orf/dakangan diatur menurut petunjuk Direktorat Kesehatan Hewan (1986). Petunjukkan sudah lama sekali ya...
Rangkuman cara pengendalian dan pemberantasan penyakit tersebut adalah sebagai berikut:
1 . Pada daerah yang masih bebas dari penyakit orf, dilakukan penolakan penyakit dan tindakan karantina yang ketat . Pemusnahan hewan sakit dan tersangka sakit dilakukan apabila ternak yang tertular masih dalam jumlah sedikit serta penyebarannya masih terbatas .Kemudian dilakukan ring vaksinasi dan sanitasi. Bila penyakit telah meluas, maka dilakukan tindakan sebagaimana pada daerah tertular .
2. Pada daerah tertular, pencegahan penyakit dilakukan dengan cara sanitasi kandang dan lingkungan pemeliharaan, pencegahan penggembalaan hewan sehat bersama-sama dengan hewan sakit atau pada tempat bekas hewan penderita . Ternak yang dibeli untuk dipelihara harus bebas dari penyakit orf .
3. Pengendalian penyakit pada daerah tertular dilakukan dengan cara vaksinasi teratur. Hewabsakit diisolasi secara ketat dan terpisah dari hewan lainnya serta diobati sesuai petunjuk dokter hewan yang berwenang.
4. Apabila penyakit bersifat wabah, maka di pintu masuk kandang/peternakan dan pintu masuk desa ditulis "Awas sedang berjangkit penyakit hewan menular orf/dakangan" . Hewan lain dan orang-orang yang bukan petugas pemelihara hewan dilarang memasuki kandang tersebut . Hewan sakit yang sembuh atau tersangka sakit dengan tidak memperlihatkan gejala klinis dalam waktu 14 hari, bisa dibebaskan kembali. Kandang bekas hewan sakit dan barang-barang yang tersentuh hewansakit atau tersangka sakit harus dihapushamakan atau dibakar . Bangkai hewan sakit harus dibakar atau dikubur sekurang-kurangnya dua meter dalamnya . Daerah yang meliputi desa, kecamatan, kotamadya/kabupaten atau propinsi harus ditutup dari lalu lintas hewan dan bahan asal hewan kambing dan domba.
5. Khusus bagi peternakan pembibitan yang berlokasi di daerah bebas penyakit orf/dakangan, peternakan tersebut harus bebas dari penyakit orf/dakangan. Bila peternakan menjadi tertular, maka peternakan tersebut ditutup dan dicabut sementara izin penjualan bibitnya sampai penyakit tersebut lenyap. Bila peternakan berlokasi di daerah tertular, vaksinasi hewan dilakukan secara teratur.
6. Penyakit dianggap lenyap dari suatu peternakan atau daerah setelah lewat 14 hari sejak mati atau sembuhnya hewan yang sakit ter akhir. Tertular dan lenyapnya penyakit orf harus dinyatakan oleh dokter hewan yang berwenang.
7. Hewan penderita penyakit orf tidak diperbofehkan dipotong karena dapat menular kepada manusia.

Kalau ingin request file publikasinya silahkan request di komentar. Sertakan alamat emailnya. Terima kasih.

Read More
Penyakit-penyakit Utama Pada Kambing dan Domba

Penyakit-penyakit Utama Pada Kambing dan Domba

Hewan domba dan kambing merupakan hewan ternak yang mudah untuk diternakkan. Kambing dan domba populasinya sudah tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Baik dalam jumlah besar atau kecil berternak kambing atau domba sama-sama bisa menguntungkan. Buktinya, peternak-peternak kambing dan domba ada yang punya hanya 1,2 ekor, 5 ekor sampai ratusan bahkan ribuan. Toh yang 1 atau dua ekor tetep memelihara dombanya. 

Peternakan kambing menguntungkan itu karena dilihat dari potensinya. Namanya usaha dimana-mana tetap ada resiko. Meminimalisir resiko itu kalau saya kuncinya pada manajemen ternaknya. Mengatur , menjaga dan merawat kambing dan domba.

Pada postingan kali ini saya akan mencoba menuliskan tentang bagian penting dari manajemen peternakan kambing dan domba, yaitu tentang penyakit-penyakit yang paling ditemui oleh hewan ruminansia kecil seperti kambing dan domba ini. Postingan ini saya ambil dari sebuah publikasi ilmiah dari seorang peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Jl. R.E. Martadinata No. 30, Bogor 16114.

Penyakit-penyakit yang dapat menjangkiti kambing dan domba ada yang karena infeksi dan non infeksi. Penyakit kambing dan domba karena infeksi misalnya penyakit karena virus, bakteri dan parasit. Sedangkan penyakit kambing dan domba karena sebab non infeksi misalnya kembung dan keracunan.

Penyakit kambing dan domba karena virus

Penyakit kambing dan domba karena virus misalnya adalah Orf dan Bluetongue. Orf itu kalau ndak salah keropeng dan bluetongue itu lidah biru.  Gejala-gejala kambing yang terkena orf adalah melepuh pada kulit. Karena orf ini sering menyerang pada bagian mulut kambing, jadi yang melepuh ya mulutnya kambing. Virus yang menyebabkan orf pada kambing dan domba dapat menular dan bersifat zoonosis. Zoonosis itu virus yang menginveksi dapat menyerang manusia juga. Jadi harus cukup waspada. Kalau yang terserang orf berada pada mulut kambing, maka kambing biasanya akan kesulitan makan. Jadi kasihan kan...karena sulit makan, kambing menjadi kurus. Kalau kambingnya kurus, kasihan yang memelihara.
penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba
Selain Orf penyakit yang dialami kambing dan domba karena virus adalah Bluetongue. Virus ini ditularkan melalui nyamuk Colicoides sp. . Kambing atau domba yang terinveksi oleh virus ini dapat mengalami tingkat  kematian yang cukup tinggi. Gejala dari penyakit ini adalah kambing atau domba akan mengalami demam tinggi, air ludah meleleh, muka dan lidah bengkak, dan juga lidah kambing atau domba berwarna kebiruan. Pada tahap selanjutnya, kambing atau domba akan mengalami peradangan pada kuku sehingga kambing kalau berjalan menggunakan lututnya.

penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba

Penyakit kambing karena Bakteri

Antraks adalah salah satu penyakit dikarenakan bakteri yang dapat menginfeksi kambing dan domba. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya. Nama bakterinya adalah Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat menular ke manusia. Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks Gejala dari kambing dan domba yang terserang antraks adalah kambing dan domba mengalami pendarahan yang keluar dari seluruh lubang tubuh dan terjadinya kematian mendadak pada ternak. 

Penyakit kambing karena parasit

Penyakit kambing yang dikarenakan parasit diantaranya ialah kudis atau scabies, penyakit pada saluran pencernaan dan penyakit cacing hati. Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba. Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh. Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat menular ke hewan lain dan juga ke manusia.

Parasit cacing nematoda gastro-intestinal yang menyerang ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba adalah Haemonchus contortus. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala diare, nafsu makan turun dan kekurusan pada kambing atau domba. Sementara itu, parasit cacing trematoda, Fasciola hepatica, dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah pada kambing atau domba. Gejala yang ditimbulkan tidak begitu terlihat, tetapi kehilangan nafsu makan dan kekurusan. Bila penyakit sudah berjalan lama dan kerusakan hati sudah meluas hewan dapat mati mendadak, dan pada post mortum terlihat hati rusak dan banyak cacing dewasa ditemukan.

Penyakit kambing atau domba , Kembung

Gejala timbul apabila gas dalam rumen tidak dapat ke luar karena cairan rumen tertutup oleh buih dari hasil fermentasi pakan dalam rumen. Pada kondisi tersebut gas yang terbentuk dapat menekan organ dalam termasuk jantung dan paru-paru sehingga kematian dapat terjadi. Penyakit kembung rumen atau disebut bloat sering terjadi bila hewan mengkonsumsi tanaman legumes dalam jumlah yang banyak.

Penyakit non-infeksi lainnya yang dapat menyebabkan kematian yang mendadak adalah keracunan sianida. Beberapa tanaman hijauan seperti daun cassava (ketela) mengandung beberapa komponen cyanogenic seperti amigdalin, linamarin dan sebagainya. Bila daun tanaman ini dimakan ternak terlalu banyak maka komponen tersebut akan terhidrolisis oleh H2O membentuk HCN yang sangat beracun dan dapat menimbulkan kematian yang mendadak. Untuk daun singkong ini saya pernah menuliskan tentang bagaimana cara aman untuk memberikannya pada kambing dan domba.

Read More
Cara Mengawinkan Kambing Supaya Lahir Cempe Betina

Cara Mengawinkan Kambing Supaya Lahir Cempe Betina

Kelahiran cempe merupakan hal yang dinanti-nanti dalam beternak kambing. Kalau penggemukan kambing yang diharapkan pertambahan bobot badan yang cepat dan produksi susu yang tinggi untuk kambing perah.

Untuk peternakan kambing perah, kelahiran cempe yang dihasilkan tentu yang betina. Cempe betina merupakan idaman bagi semua peternak kambing perah. Apalagi jika induknya merupakan penghasil susu yang unggul, pasti kita mengharapkan anak betina sebagai generasi penerusnya. Berdasarkan pengalaman saya, secara alami kambing menghasilkan 60-65% anakan jantan. Sebagai peternak kambing perah, kenyataan ini kurang menguntungkan. Apalagi bagi peternak yang sedang melakukan program pemuliaan bibit. Sayapun mencoba berbagai teori dari beberapa literatur maupun saran dari rekan2 peternak. Dari serangkaian percobaan yang saya lakukan, ada satu perlakuan yang cukup efektif untuk merubah rasio anakan jantan dan betina hingga 20:80 untuk anakan betina. Caranya : kawinkan kambing pada 1/3 akhir dari waktu birahi. Biasanya kambing birahi mulai pagi hari, maka kawinkan selepas maghrib atau mendekati maghrib.
Cara-Mengawinkan-Kambing-Supaya-Lahir-Cempe-Betina
spekulum
Sebelum dikawinkan, semprot alat kelamin induk dengan larutan asam cuka (yang untuk masak) dengan campuran 2 sendok makan asam cuka dicampur 200ml air matang (aqua). Gunakan bantuan alat spekulum untuk (maaf) membuka alat kelamin induk tersebut supaya larutan asam cuka yang kita semprotkan bisa masuk sampai kedepan lubang serviks. Gunanya supaya bisa dipastikan bahwa suasana didepan lubang serviks PH nya menjadi asam. PH asam sangat disukai kromosom X sebagai pembawa kelamin betina. Sebaliknya kromosom Y sebagai pembawa kelamin jantan tidak tahan suasana asam. Insya Allah dengan demikian anda akan mendapatkan lebih banyak anakan betina dibanding jantan. Buktikan!
Cara-Mengawinkan-Kambing-Supaya-Lahir-Cempe-Betina
botol untuk menyimpan cuka masak

Read More
Fakta-fakta penting dan tidak penting kambing 21-40

Fakta-fakta penting dan tidak penting kambing 21-40

Percaya atau tidak ternyata ada 102 fakta terhadap kambing. Didalamnya ada fakta-fakta yang penting dan ada juga fakta yang tidak penting. Fakta-fakta ini tidak main-main. Fakta-fakta ini diterbitkan dalam buletin luar negri dari Universitas Florida A & M, College of Engineering Sciences, Technology and Agriculture.


21. Male goats go through a period called a “rut” when they are ready to mate. This period coincides with the start of the breeding season. Kambing jantan akan mencapai suatu periode yang disebut dengan "rut", yaitu periode yang bertepatan dengan mulainya musim kawin.

22. The “rut” is characterized by a decrease in appetite, obsessive interest in the does, fighting between bucks and most notable is a strong foul-smelly musky odor. Periode "rut" ini ditandai dengan penurunan nafsu makan kambing jantan, tertarik dengan kambing betina, perkelahian antara kambing jantan dan kambing mulai berbau khas prengus.

23. Lactating does that are kept in a pen with a musky buck may produce milk that taste “goaty” and can be offensive to humans. Tidak faham maksudnya...hheehe

24. Goats can be born with or without horns (polled). Kambing dapat terlahir dengan atau tanpa tanduk. Jadi kalau ada kambing melahirkan tidak ada tanduknya, itu wajar.

25. Goats and sheep are seasonal breeders. Kambing dan domba berkembang biak secara musiman.

26. Yearlings does should be bred when they have reached 80 pounds of body weight or when they have reached 60-75% of the adult weight for their breed. They must also be in good body condition and health. Kambing betina yang berusia 1-2 tahun dapat di besarkan ketika mereka mencapai berat badan seberat 80 pond atau mereka mencapai 60 - 75 % berat dewasa. Merekan juga harus mempunyai kondisi tubuh dan kesehatan yang bagus. Tahu maksudnya???

27. Chevon is the French word for goat. These are animals that are slaughtered near or shortly after weaning. Chevon adalah bahasa Prancis untuk kambing. Kata ini juga menunjukkan ke hewan-hewan yang disembelih sesaat setelah di sapih. 

28. Goats are hollow-horned, bearded, ruminant mammals of the genus Capra and the species Hircus. They are raised for wool, milk, and meat in the U.S. Goats are also used to make gelatin, the manure is used for fertilizer, they are used for research models in biological studies, they are used to pull carts and for pack animals. Kambing adalah hewan bertanduk melengkung, berjenggot, mamalia berlambung jamak  dari genus Capra dan spesies Hircus. Kambing diternak untuk menghasilkan wol, susu dan daging. Di U.S. kambing juga di gunakan untuk membuat gelatin. Kotoran kambing digunakan sebagai pupuk. Kambing juga digunakan sebagai model penelitian dalam ilmu biologi. Kambing juga digunakan sebagai penarik kereta.

29. Goats are bovines and are closely related to cows and antelopes. Kambing masuk dalam keluarga sapi dan mereka berhubungan dekat terhadap sapi dan antelope. Antelope itu hewan bertanduk seperti kijang tapi tanduknya tidak beranting. 
Yearlings does should be bred when they have reached 80 pounds of body weight or when they have reached 60-75% of the adult weight for their breed. They must also be in good body condition and health.


30. The natural life expectancy for goats is around 8 to 12 years and in some cases, goats can live over 15 years. Secara alami, kambing dapat hidup dalam usia 8 sampai 12 tahun. Dalam kasus tertentu kambing ada yang berumur lebih dari 15 tahun. 

31. Worldwide, more people eat and drink milk from goats than any other animal. Di seluruh dunia, orang-orang makan dan minum susu dari kambing daripada susu dari hewan-hewan lain.

32. The age of puberty for female goats is between 7-10 months and 4-8 months in male goats. Usia pubertas untuk kambing betina adalah anatara 7-10 bulan dan usia pubertas untuk kambing jantan adalah antara 4-8 bulan.

33. The breeding age for male goats is between 8-10 months. Usia dapat mengawini untuk kambing jantan adalah antara 8-10 bulan.

34. A mature, healthy male buck can breed 20 to 40 does. Kambing jantan dewasa yang sehat dapat mengawini 20 sampai 40 kambing betina.

35. The length of gestation (pregnancy) in does is between 146 to 155 days. Masa kehamilan kambing betina adalah antara 146 sampai 155 hari.

36. The traditional breeding season for goats in the U.S. is between late August and the early part of January, however some goats can breed out-of-season. Musim kawin dalam peternakan kambing tradisional di U.S. adalah antara akhir bulan Agustud dan awal Januari. Akan tetapi beberapa kambing dapat dikawinkan diluar musim.

37. Goats do no like to get wet and prefer to seek shelter when it is raining. Kambing tidak suka menjadi basah. Kambing lebih suka berteduh saat hujan. 

38. Goats are more susceptible to parasites and other infectious diseases when they are mismanaged. Kambing lebih rentan terhadap parasit dan infeksi penyakit selama kambing tidak diurusi dengan baik.

39. Cabrito is the Spanish word for little goat (slaughtered one week or shortly after birth). "carbrito" adalah bahasa Spanyol dari kambing yang masih kecil yang disembelih satu minggu atau sesaat setelah lahir. Disana ternyata lebih sadis. Kalau di Indonesia paling cepet tiga bulan disembelih BATIBUL.

40. Goats deposits less fat externally and more fat internally (around the organs) compared to sheep and cattle. Kambing menyimpan lemak secara internal daripada eksternal. Maksudnya secara internal lemak dari kambing disimpan disekitar organ dalamnya. Kalau domba lebih menyimpan lemak di luar organ , mungkin disekitar kulitnya. 

Read More
Fakta-Fakta Penting dan Tidak Penting tentang Kambing (1-20)

Fakta-Fakta Penting dan Tidak Penting tentang Kambing (1-20)

Percaya atau tidak ternyata ada 102 fakta terhadap kambing. Didalamnya ada fakta-fakta yang penting dan ada juga fakta yang tidak penting. Fakta-fakta ini tidak main-main. Fakta-fakta ini diterbitkan dalam buletin luar negri dari Universitas Florida A & M, College of Engineering Sciences, Technology and Agriculture.

fakta-fakta-tentang-kambing-makan-plastik

  1. Goats were the first animals domesticated by man in 10,000 B.C. Kalau saya terjemahkan seperti ini. "Kambing adalah hewan pertama yang diternak oleh manusia dalam 10.000 sebelum masehi". Domesticated dalam kamus Inggris Indonesia diartikan dijinakkan. Hewan ternak adalah hewan yang dapat dijinakkan. Domesticated saya artikan diternak.
  2. The phrase Judas goat is a tern that has been used to describe a goat that is trained to herd other animals to slaughter while its own life is spared. Kalau ini saya kurang paham artinya, sepertinya ini ada hubungannya dengan agama lain. Khawatir kalau terjemahan saya kurang tepat, sebaiknya yang beragama muslim skip saja fakta ini.
  3. Most goats can be found in Asia and the Mid-East. "Sebagian besar, kambing dapat ditemukan di Asia dan Asia Tengah". Coba saja cari di google dan masukkan kata kunci populasi kambing di dunia. Saya sudah coba dan halaman pertama hasil pencarian memperlihatkan bahwa 81% kambing ada di asia dan afrika.
  4. Goats were the first animals to be used for milk by humans. Kambing adalah hewan pertama yang dimanfaatkan hasil susunya oleh manusia. Jadi bukan sapi atau kuda melainkan kambing.
  5. There are over 210 breeds of goats in the world. Ada lebih dari 210 jenis kambing di dunia ini. Banyak sekali jenis kambing ternyata. Kapan-kapan kalau ada waktu akan saya cari informasinya hehehe
  6. There are approximately 450 million goats around the world. Ada sekitar 450 juta kambing diseluruh penjuru dunia. Sepertinya fakta yang ini kurang uptodate. Hasil pencarian di google dengan kata kunci populasi kambing di dunia memperlihatkan bahwa jumlah populasi kambing di dunia sekitar 860 juta. Coba saja.
  7. Goats were first brought to America by Columbus in 1493. Kambing pertama kali dibawa ke Amerika oleh Colombus pada tahun 1493.
  8. Goats were regularly imported into America in the early 1900’s. Amerika mulai mendatangkan kambing secara reguler di awal tahun 1900 an. Berarti kambing bukan hewan asli Amerika. 
  9. The female goat is called a “doe” or “nanny". Kambing betina di negara-negara berbahasa inggris disebut dengan "doe" atau "nanny". Kalau kita melihat blog-blog tentang peternakan kambing berbaha inggris, kita akan sering melihat kata doe atau nanny ini. Kalau tidak mengerti maksud dari kata ini memang membingungkan. Jadi sekarang tidak perlu bingung lagi karena sudah tahu.
  10. The male goat is called a “buck” or “billy". Sedangkan Kambing jantan di sebut dengan "Buck" atau "Billy". Kalau di Indonesia disebut apa, Bandot??
  11. A castrated male goat is called a “wether". Kambing jantan yang dikebiri disebut oleh mereka dengan istilah "wether". Di luar negri peternakan-peternakan yang memang tujuannya menghasilkan daging, anak-anaknya yang jantan sejak kecil sudah di kebiri. Lihat saja di youtube...hehe...
  12. A baby goat is called a “kid". Bayi kambing di sebut dengan "kid".
  13. The act of giving birth is called “kidding". Kalau ini bukan sih bukan fakta. Kidding itu kalau diterjemahkan artinya beranak atau melahirkan.
  14. The doe can have 1 to 6 kids per litter, however, 4 to 6 kids are rare. Kambing betina dapat melahirkan 1-6 anak per kelahiran. Akan tetapi anak dengan jumlah 4-6 jarang terjadi.
  15. Goats do not have teeth in their upper front jaw. Kambing tidak punya gigi di bagian rahang atas bagian depan. Ya...kalau ini saya juga pernah mengamati.
  16. Goats have 24 molars and 8 incisors. Kambing memiliki jumlah 24 gigi molar dan 8 jumlah gigi seri.
  17. Both male and female goats can have beards. Baik itu kambing jantan atau kambing betina kalau sudah tua sama-sama memiliki jenggot.
  18. Normally goats have two teats and cows have four. Pada umumnya kambing memiliki dua puting dan sapi memiliki 4 puting.
  19. Goats prefer browse over grass and grass to clover. Kambing itu lebih suka meramban daripada merumput. hehehe
  20. Goats do not eat tin cans, clothing or garbage, but are selective eaters when provided with a well-balanced diet. Kambing tidak memakan kaleng yang tipis, pakaian atau sampah, tetapi kambing adalah pemakan yang pilih-pilih selama mereka diberikan atau disediakan ransum dengan gizi yang mencukupi atau seimbang. Berdasarkan fakta ini, kalau kita melihat kambing doyan makan plastik bukan berarti plastik bisa dijadikan makanan kambing, melainkan karena mereka terpaksa. 

Read More