Isi dari blog ini di update di kambingjoynim.com
Penelitian Laktosa Susu Kambing Etawa Lebih Tinggi dari Susu Sapi

Penelitian Laktosa Susu Kambing Etawa Lebih Tinggi dari Susu Sapi

Susu adalah cairan berwarna putih yang diambil dari sumber susu. Susu kambing adalah susu yang diperah dari ambing kambing, bisa kambing etawa, sanen, dll. Susu sapi ya susu yang diperah dari ambing sapi. Maaf saya kurang ahli dalam membahas susu. Tapi Pernahah Anda mendengar susu randu????
Semua setuju kalau susu adalah minuman yang sangat bagus. Orang dewasa, anak-anak bahkan bayi pun minum susu. Kandungan susu yang lengkap dan nutrisinya yang tinggi menjadikan susu sebagai makanan atau minuman yang bermutu tinggi. Bahkan bayi yang baru lahir memilih susu sebagai makanan dan minuman utamanya. Bayi ini bisa bayi manusia, bayi kambing dan bayi-bayi yang lainnya.

susu-kambing-etawa-vs-susu-sapi


Susu kambing dan sapi merupakan sumber energi, karena didalam susu terkandung laktosa dan lemak. Susu kambing dan sapi juga sebagai sumber zat pembangun, karena mengandung protein, vitaamin dan mineral-mineral. Banyak yang mengatakan susu kambing adalah yang terbaik. Kandungan protein susu kambing adalah yang terbaik setelah telur dan susu kambing adalah susu yang terbaik diantara susu-susu setelah ASI.

Ada sebuah penelitian yang meneliti tentang perbandingan kandungan laktosa susu kambing dan susu sapi. Susu kambing diperoleh dari kambing peranakan etawa sedangkan susu sapi diperoleh dari sapi fries holand. Peneliti adalah seorang mahasiswa prodi analis kesehatan di salah satu universitas di jawa timur, nanti kalau berkenan bisa saya kirimkan file skripsinya.Tujuan dari penelitian ini sendiri, adalah ingin mengetahui perbedaan kandungan laktosa antara susu kambing dan susu sapi sebagaimana yang saya tulis di atas.

Kenapa laktosa?? biasanya yang menarik adalah kandungan proteinnya, tapi ini laktosa. Saya tidak menemukan informasi mengenai alasan dibalik dipilihnya laktosa. Informasi dari laktosa yang saya dapat hanya laktosa itu gula disakarida (di=dua) yang tersusun dari dua gula tunggal glukosa dan galaktosa. Akhirnya saya mencari informasi ke luar dan saya temukan sedikit informasi mengenai laktosa yang kegunaannya dalam kesehatan akan saya tulis di paragraf selanjutnya.

Laktosa Susu kambing/sapi sebagai sumber energi

Laktosa sebenarnya adalah karbohidrat, yang merupakan nutrisi yang diperlukan untuk energi dalam tubuh. Laktosa kurang manis dari sukrosa dan dengan demikian biasanya digunakan sebagai sumber energi dalam membuat makanan bayi di mana gula berlebih tidak disarankan.

Laktosa susu kambing/sapi meningkatkan kesehatan usus

Mengkonsumsi laktosa berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bakteri usus yang berguna seperti Lactobacilli. Selain itu, laktosa juga membunuh bakteri patogen tertentu dari tumbuh. Mengkonsumsi produk yang kaya laktosa pada anak-anak dan bayi dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan infeksi usus. Laktosa juga membantu pertumbuhan flora yang sehat dalam usus.

Laktosa susu kambing/sapi meningkatkan penyerapan mineral

Manfaat lain dari laktosa adalah bahwa hal itu tidak hanya merangsang penyerapan mineral penting, tetapi juga membantu untuk mempertahankan mineral dalam tubuh. Mineral seperti seng, mangan, kalsium dan magnesium dibutuhkan untuk kesehatan dan perkembangan yang optimal. Asupan laktosa memastikan bahwa mineral ini juga diserap ke dalam tubuh dan digunakan secara efektif.

Laktosa dapat diisolasi atau dipisahkan dari susu. Laktosa dalam bidang kefarmasian sering digunakan untuk zat tambahan (pengisi) atau sebagai pemanis . Ok
cara isolasi laktosa yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

Pada praktikum isolasi laktosa, ukur susu segar sebanyak 100 ml dengan menggunakan gelas ukur. Panaskan susu segar dengan suhu konstan 40 derajat celcius sambil diaduk dengan termometer sebagai pengganti pengaduk, agar dapat mengetahui suhu pemanasan. Karena pemanasan memakai api bunsen, hal yang perlu diperhatikan adalah kenaikan suhu yang sangat cepat. Oleh karena itu, perhatikan terhadap kenaikan suhu yang sangat cepat ini. Suhu konstan 40 derajat celcius ini adalah suhu yang paling ideal untuk mengendapkan casein. Jika memanaskan susu kambing/sapi diatas 40 derajat celcius, maka endapan casein yang terbentuk menjadi tidak stabil karena mudah terurai menjadi asam amino lain. Jika memanaskan dibawah 40 derajat celcius, maka endapan casein yang terbentuk tidak sempurna.

Setelah suhu mencapai 40 derajat celcius, segera tambahkan asam asetat encer sedikit demi
sedikit sambil diaduk sampai casein mangendap sempurna. Asam asetat encer ini dibuat dari asam asetet glasial (bukan asam asetat anhidrid!) dan air dengan perbandingan 1 :10. Tujuan dari penambahan asam asetat ini adalah untuk mengendapkan casein. Cara mengetahui casein sudah mengendap sempurna atau belum, yaitu ditambahkan asam asetat encer sampai tidak ada lagi casein yang menggumpal. Kalau sudah tidak ada casein yang menggumpal, penambahan asam asetat dihentikan. Jika penambahan asam asetat encer terlalu berlebihan, laktosa akan terhidrolisis menjadi galaktosa dan glukosa. Jika terlalu sedikit dalam menambahkan asam asetat encer (casein belum mengendap semua), maka laktosa yang terbentuk hasilnya kurang baik.

Larutan tersebut disaring dengan corong yang diberi kapas dan kertas saring pada bagian dalamnya, lalu ditampung filtratnya di erlenmeyer. Filtrat tersebut ditambahkan 0,8 gram CaCO3 dan batu didih. Tujuan penambahan CaCO3 di sini adalah untuk pengendapan casein (endapan Ca albumin). Setelah itu dipanaskan selama 10 menit sambil diaduk. Tujuan pemanasan ini adalah karena garam albumin (Ca albumin) memiliki kelarutan yang rendah pada suhu tinggi. Serta tujuan penambahan batu didih dan pengadukan adalah supaya tidak terjadi bumping.

Setelah 10 menit pemanasan, segera saring panas dengan corong dan kertas saring. Filtrat hasil penyaringan, diuapkan sampai 12 ml. Sebaiknya diuapkan dengan menggunakan gelas piala besar, karena luas permukaan cairan sebanding dengan penguapan (semakin luas permukaan cairan, semakin cepat waktu penguapan). Tujuan dari pemanasan ini adalah untuk menghilangkan H20 sehingga nantinya filtrat yang diperoleh lebih pekat. Sebelum penguapan, ditambahkan dulu batu didih di dalam beaker glass dan diaduk selama pemanasan berlangsung. Tujuan dari pengadukan ini adalah untuk mencegah terjadinya bumping, karamelisasi, dan supaya pemanasan merata.

Setelah didapat 10 ml filtrat, tambahkan ethanol 95% sebanyak 57,8 ml. Tambahkan etanol dalam keadaan api sudah mati, karena etanol mempunyai sifat mudah terbakar. Tujuan penambahan etanol adalah sebagai pelarut. Dipilih etanol karena etanol merupakan pelarut yang dapat mengendapkan laktosa. Kemudian saring dengan menggunakan corong yang telah diisi kapas dan dilapisi kertas saring, sampai diperoleh filtrat yang jernih. Kekeruhan sebelum penyaringan dapat terjadi oleh karena adanya protein yang belum mengendap. Lalu ditampung di dalam botol hasil 150 ml, kemudian ditutup dengan kertas saring yang dilubang-lubangi. Tujuan ditutup oleh aluminium foil yang dilubang-lubangi supaya etanol yang berlebih dapat menguap. Selanjutnya didiiamkan selama 3 hari. Kemudian disaring dengan menggunakan corong dankertas saring. Keringkanlaktosa didalam desikator. Proses pengeringan ini tidak dilakukan di dalam oven karena suhu di dalam oven relatif tinggi yang dapat menyebabkan laktosa terkaramelisasi.

Hasil 

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada 12 sampel susu masing-masing jumlahnya 100 ml. Enam sampel adalah susu kambing peranakan etawa dan enam sampel berikutnya adalah sampel susu sapi fries holland. Sampel susu adalah susu segar semuanya. Tiap-tiap sampel susu kambing dan sapi dilakukan isolasi laktosanya dan hasilnya diperoleh seperti pada tabel berikut.

susu-kambing-etawa-vs-susu-sapi

Hasil dari tabe diatas kalau diamati menunjukkan bahwa tiap sampel dari susu kambing etawa jumlah laktosanya lebih tinggi daripada jumlah laktosa dari sampel susu sapi fries holland. Kalau dirata-rata dari keenam sampel tersebut, rata-rata laktosa susu kambing etawa sebesar 0,05733 gram sedangkan rata-rata laktosa susu sapi fries holland sebanyak 0,02637 gram. Jadi kesimpulannya jumlah laktosa pada susu kambing peranakan etawa lebih banyak daripada jumlah laktosa dari susu sapi perah fries holland. 

Hasil dari penelitian ini masih bisa didiskusikan lebih lanjut. Karena dari sumber yang peneliti sebutkan dalam penelitiannya, perbedaan jumlah laktosa antara susu kambing etawa dan susu sapi friesh holland memang lebih banyak susu kambing etawa, akan tetapi perbedaannya tidak signifikan. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan kalau susu sapi jumlah laktosanya lebih tinggi dari pada susu kambing. 

Artinya mungkin banyak berbagai faktor yang mempengaruhi kandungan laktosa dari sebuah susu. Bisa jadi genetik, lingkunga, pakan dan lain-lain.

silahkan berkomentar dan kalau berkenan untuk file penelitiannya silahkan sertakan alamat email, nanti akan saya kirimkan. Terima kasih sudah berkunjung.


Read More
Penyakit Orf pada Kambing dan Domba serta Penangannya di Indonesia

Penyakit Orf pada Kambing dan Domba serta Penangannya di Indonesia

Pada postingan saya sebelumnya, saya telah membahas tentang penyakit-penyakit yang sering menyerang hewan ternak kambing dan domba. Ada penyakit orf, antraks, parasit, kembung dan keracunan. Hanya saja pada postingan sebelumnya tidak ada penanganan yang spesifik terhadap penyakit-penyakit tersebut. Di postingan kali ini, saya menulis dari jurnal publikasi yang secara khusus membahas penyakit orf dan penanganannya khususnya di Indonesia.

Penulis dari publikasi tersebut adalah seorang peneliti dari Balai Penelitian Veteriner, Bogor. Jurnalnya di publikasikan pada tahun 1993 dengan judul PENYAKIT ORF PADA TERNAK KAMBING DAN DOMBA SERTA CARA PENGENDALIANNYA DI INDONESIA. Ternyata publikasi ini sudah lama sekali, apakah nanti informasi dalam publikasi ini mutakhir atau tidak saya kurang faham. Hal ini masih sangat bisa didiskusikan lebih lanjut. 


Orf atau ektima kantagiosa merupakan penyakit kulit yang menyerang hewan ternak kambing dan domba. Kambing dan domba adalah hewan utama yang diserang oleh virus orf ini. Didaerah Bali nama penyakit ini dikenal dengan dakangan, di Sumatra Barat dikenal dengan penyakit purung atau muncung, dan di Jawa Barat dikenal dengan penyakit Bintumen.



Gejala Orf Pada Kambing dan Domba

Gejala pertama kali dari orf ini adalah mucul bintik-bintik merah pada kulit kambing. Biasanya di pangkal bibir. Bintik -bintik merah ini lama-lama menjadi vesikel. Dalam istilah kedokteran vesikel diartikan kulit melepuh dan berisi cairan. Lepuhan kulit kambing atau domba yang ada cairannya ini menjadi pustula. Pustula ini, lepuhan kulit tapi isinya sudah nanah. Kalau sudah sampai tahap ini biasanya akan menjadi kerak dan kaku sehingga menyulitkan kambing atau domba untuk makan. Kalau penyakit ini menyebar, area kerak ini bisa menjadi lebih luas. Bagian-bagian tubuh kambing yang sering terserang adalah bagian mulut dan muka, perut, kaki, kantung buah zakar, ambing , puting susu dan vulva.

penyakit-orf-pada-kambing-dan-cara-mengobatinya

Hewan Favorit yang diserang orf adalah kambing dan domba. Dari hewan-hewan ruminansia lain, kambing dan domba merupakan hewan yang paling mudah diserang oleh virus orf, begitu dikatakan dalam publikasinya. Meskipun tidak menutup kemungkinan hewan seperti rusa, onta dan anjing dapat terserang oleh orf ini. Tingkat keparahan dari infeksi penyakit ini bisa kecil sampai fatal. Dalam publikasinya disebutkan tingkat keparahan menjangkitnya virus ini antara 2,2 - 100 %. Jadi ada kemungkinan besar kambing atau domba masih bisa sembuh.

Kambing dan domba yang terjangkiti virus orf kemudian sembuh, maka kambing dan domba akan menjadi kebal terhadap virus ini. Dalam publikasi menyebutkan bahwa lama waktu kekebalan dari domba dan kambing sekitar 1 tahunan setelah ternak sembuh. Kekebalan ini tidak diturunkan ke anak-anak kambing. Misalnya kambing atau domba betina sembuh dari orf dan kemudian ia hamil dan punya anak. Anak ini hanya mewarisi sebagian kecil dari kekebalan induknya. Kalau ada serangan orf yang cukup berat kemungkinan besar bisa mati.

Penyakit orf dapat menular dari kambing/domba yang sakit ke kambing/domba lainnya secara kontak langsung maupun tidak langsung . Secara tidak langsung penyakit berjangkit karena terjadinya kontak antara kambing/domba yang sehat dengan bahan/alat atau lingkungan yang tercemar virus orf. Cara virus penyakit orf masuk ke dalam tubuh kambing/domba yaitu melalui luka-luka kecil seperti goresan-goresan yang terjadi pada kulit akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena hal-hal lainnya.

Penting!!!
Penyakit orf ini disebabkan karena infeksi oleh virus. Jadi pengobatan hanya memberikan efek yang sedikit. Tindakan yang efektif adalah pencegahan dengan memberikan vaksinasi pada kambing/domba sehat . Kambing dan domba yang terjangkiti orf bisa diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. Kambing dan domba juga diberikan multivitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Bagian kulit yang terinfeksi dapat diberi Salep pelunak untuk membantu agar mulut kambing/domba tidak terlalu sakit pada waktu makan. Salep lokal yang dapat digunakan adalah jodium tincture, misalnya Betadin. Kambing/domba yang terserang penyakit orf perlu diberi pakan yang lunak agar kambing/domba dapat makan dengan baik dan cukup supaya kondisinya tidak merosot . Dengan demikian daya tahan tubuhnya akan lebih baik dalam menahan serangan penyakit.

Sampai saat ini cara pengendalian dan pemberantasan penyakit menular orf/dakangan diatur menurut petunjuk Direktorat Kesehatan Hewan (1986). Petunjukkan sudah lama sekali ya...
Rangkuman cara pengendalian dan pemberantasan penyakit tersebut adalah sebagai berikut:
1 . Pada daerah yang masih bebas dari penyakit orf, dilakukan penolakan penyakit dan tindakan karantina yang ketat . Pemusnahan hewan sakit dan tersangka sakit dilakukan apabila ternak yang tertular masih dalam jumlah sedikit serta penyebarannya masih terbatas .Kemudian dilakukan ring vaksinasi dan sanitasi. Bila penyakit telah meluas, maka dilakukan tindakan sebagaimana pada daerah tertular .
2. Pada daerah tertular, pencegahan penyakit dilakukan dengan cara sanitasi kandang dan lingkungan pemeliharaan, pencegahan penggembalaan hewan sehat bersama-sama dengan hewan sakit atau pada tempat bekas hewan penderita . Ternak yang dibeli untuk dipelihara harus bebas dari penyakit orf .
3. Pengendalian penyakit pada daerah tertular dilakukan dengan cara vaksinasi teratur. Hewabsakit diisolasi secara ketat dan terpisah dari hewan lainnya serta diobati sesuai petunjuk dokter hewan yang berwenang.
4. Apabila penyakit bersifat wabah, maka di pintu masuk kandang/peternakan dan pintu masuk desa ditulis "Awas sedang berjangkit penyakit hewan menular orf/dakangan" . Hewan lain dan orang-orang yang bukan petugas pemelihara hewan dilarang memasuki kandang tersebut . Hewan sakit yang sembuh atau tersangka sakit dengan tidak memperlihatkan gejala klinis dalam waktu 14 hari, bisa dibebaskan kembali. Kandang bekas hewan sakit dan barang-barang yang tersentuh hewansakit atau tersangka sakit harus dihapushamakan atau dibakar . Bangkai hewan sakit harus dibakar atau dikubur sekurang-kurangnya dua meter dalamnya . Daerah yang meliputi desa, kecamatan, kotamadya/kabupaten atau propinsi harus ditutup dari lalu lintas hewan dan bahan asal hewan kambing dan domba.
5. Khusus bagi peternakan pembibitan yang berlokasi di daerah bebas penyakit orf/dakangan, peternakan tersebut harus bebas dari penyakit orf/dakangan. Bila peternakan menjadi tertular, maka peternakan tersebut ditutup dan dicabut sementara izin penjualan bibitnya sampai penyakit tersebut lenyap. Bila peternakan berlokasi di daerah tertular, vaksinasi hewan dilakukan secara teratur.
6. Penyakit dianggap lenyap dari suatu peternakan atau daerah setelah lewat 14 hari sejak mati atau sembuhnya hewan yang sakit ter akhir. Tertular dan lenyapnya penyakit orf harus dinyatakan oleh dokter hewan yang berwenang.
7. Hewan penderita penyakit orf tidak diperbofehkan dipotong karena dapat menular kepada manusia.

Kalau ingin request file publikasinya silahkan request di komentar. Sertakan alamat emailnya. Terima kasih.

Read More
Penyakit-penyakit Utama Pada Kambing dan Domba

Penyakit-penyakit Utama Pada Kambing dan Domba

Hewan domba dan kambing merupakan hewan ternak yang mudah untuk diternakkan. Kambing dan domba populasinya sudah tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Baik dalam jumlah besar atau kecil berternak kambing atau domba sama-sama bisa menguntungkan. Buktinya, peternak-peternak kambing dan domba ada yang punya hanya 1,2 ekor, 5 ekor sampai ratusan bahkan ribuan. Toh yang 1 atau dua ekor tetep memelihara dombanya. 

Peternakan kambing menguntungkan itu karena dilihat dari potensinya. Namanya usaha dimana-mana tetap ada resiko. Meminimalisir resiko itu kalau saya kuncinya pada manajemen ternaknya. Mengatur , menjaga dan merawat kambing dan domba.

Pada postingan kali ini saya akan mencoba menuliskan tentang bagian penting dari manajemen peternakan kambing dan domba, yaitu tentang penyakit-penyakit yang paling ditemui oleh hewan ruminansia kecil seperti kambing dan domba ini. Postingan ini saya ambil dari sebuah publikasi ilmiah dari seorang peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Jl. R.E. Martadinata No. 30, Bogor 16114.

Penyakit-penyakit yang dapat menjangkiti kambing dan domba ada yang karena infeksi dan non infeksi. Penyakit kambing dan domba karena infeksi misalnya penyakit karena virus, bakteri dan parasit. Sedangkan penyakit kambing dan domba karena sebab non infeksi misalnya kembung dan keracunan.

Penyakit kambing dan domba karena virus

Penyakit kambing dan domba karena virus misalnya adalah Orf dan Bluetongue. Orf itu kalau ndak salah keropeng dan bluetongue itu lidah biru.  Gejala-gejala kambing yang terkena orf adalah melepuh pada kulit. Karena orf ini sering menyerang pada bagian mulut kambing, jadi yang melepuh ya mulutnya kambing. Virus yang menyebabkan orf pada kambing dan domba dapat menular dan bersifat zoonosis. Zoonosis itu virus yang menginveksi dapat menyerang manusia juga. Jadi harus cukup waspada. Kalau yang terserang orf berada pada mulut kambing, maka kambing biasanya akan kesulitan makan. Jadi kasihan kan...karena sulit makan, kambing menjadi kurus. Kalau kambingnya kurus, kasihan yang memelihara.
penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba
Selain Orf penyakit yang dialami kambing dan domba karena virus adalah Bluetongue. Virus ini ditularkan melalui nyamuk Colicoides sp. . Kambing atau domba yang terinveksi oleh virus ini dapat mengalami tingkat  kematian yang cukup tinggi. Gejala dari penyakit ini adalah kambing atau domba akan mengalami demam tinggi, air ludah meleleh, muka dan lidah bengkak, dan juga lidah kambing atau domba berwarna kebiruan. Pada tahap selanjutnya, kambing atau domba akan mengalami peradangan pada kuku sehingga kambing kalau berjalan menggunakan lututnya.

penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba

Penyakit kambing karena Bakteri

Antraks adalah salah satu penyakit dikarenakan bakteri yang dapat menginfeksi kambing dan domba. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya. Nama bakterinya adalah Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat menular ke manusia. Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks Gejala dari kambing dan domba yang terserang antraks adalah kambing dan domba mengalami pendarahan yang keluar dari seluruh lubang tubuh dan terjadinya kematian mendadak pada ternak. 

Penyakit kambing karena parasit

Penyakit kambing yang dikarenakan parasit diantaranya ialah kudis atau scabies, penyakit pada saluran pencernaan dan penyakit cacing hati. Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba. Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh. Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat menular ke hewan lain dan juga ke manusia.

Parasit cacing nematoda gastro-intestinal yang menyerang ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba adalah Haemonchus contortus. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala diare, nafsu makan turun dan kekurusan pada kambing atau domba. Sementara itu, parasit cacing trematoda, Fasciola hepatica, dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah pada kambing atau domba. Gejala yang ditimbulkan tidak begitu terlihat, tetapi kehilangan nafsu makan dan kekurusan. Bila penyakit sudah berjalan lama dan kerusakan hati sudah meluas hewan dapat mati mendadak, dan pada post mortum terlihat hati rusak dan banyak cacing dewasa ditemukan.

Penyakit kambing atau domba , Kembung

Gejala timbul apabila gas dalam rumen tidak dapat ke luar karena cairan rumen tertutup oleh buih dari hasil fermentasi pakan dalam rumen. Pada kondisi tersebut gas yang terbentuk dapat menekan organ dalam termasuk jantung dan paru-paru sehingga kematian dapat terjadi. Penyakit kembung rumen atau disebut bloat sering terjadi bila hewan mengkonsumsi tanaman legumes dalam jumlah yang banyak.

Penyakit non-infeksi lainnya yang dapat menyebabkan kematian yang mendadak adalah keracunan sianida. Beberapa tanaman hijauan seperti daun cassava (ketela) mengandung beberapa komponen cyanogenic seperti amigdalin, linamarin dan sebagainya. Bila daun tanaman ini dimakan ternak terlalu banyak maka komponen tersebut akan terhidrolisis oleh H2O membentuk HCN yang sangat beracun dan dapat menimbulkan kematian yang mendadak. Untuk daun singkong ini saya pernah menuliskan tentang bagaimana cara aman untuk memberikannya pada kambing dan domba.

Read More
Cara Mengawinkan Kambing Supaya Lahir Cempe Betina

Cara Mengawinkan Kambing Supaya Lahir Cempe Betina

Kelahiran cempe merupakan hal yang dinanti-nanti dalam beternak kambing. Kalau penggemukan kambing yang diharapkan pertambahan bobot badan yang cepat dan produksi susu yang tinggi untuk kambing perah.

Untuk peternakan kambing perah, kelahiran cempe yang dihasilkan tentu yang betina. Cempe betina merupakan idaman bagi semua peternak kambing perah. Apalagi jika induknya merupakan penghasil susu yang unggul, pasti kita mengharapkan anak betina sebagai generasi penerusnya. Berdasarkan pengalaman saya, secara alami kambing menghasilkan 60-65% anakan jantan. Sebagai peternak kambing perah, kenyataan ini kurang menguntungkan. Apalagi bagi peternak yang sedang melakukan program pemuliaan bibit. Sayapun mencoba berbagai teori dari beberapa literatur maupun saran dari rekan2 peternak. Dari serangkaian percobaan yang saya lakukan, ada satu perlakuan yang cukup efektif untuk merubah rasio anakan jantan dan betina hingga 20:80 untuk anakan betina. Caranya : kawinkan kambing pada 1/3 akhir dari waktu birahi. Biasanya kambing birahi mulai pagi hari, maka kawinkan selepas maghrib atau mendekati maghrib.
Cara-Mengawinkan-Kambing-Supaya-Lahir-Cempe-Betina
spekulum
Sebelum dikawinkan, semprot alat kelamin induk dengan larutan asam cuka (yang untuk masak) dengan campuran 2 sendok makan asam cuka dicampur 200ml air matang (aqua). Gunakan bantuan alat spekulum untuk (maaf) membuka alat kelamin induk tersebut supaya larutan asam cuka yang kita semprotkan bisa masuk sampai kedepan lubang serviks. Gunanya supaya bisa dipastikan bahwa suasana didepan lubang serviks PH nya menjadi asam. PH asam sangat disukai kromosom X sebagai pembawa kelamin betina. Sebaliknya kromosom Y sebagai pembawa kelamin jantan tidak tahan suasana asam. Insya Allah dengan demikian anda akan mendapatkan lebih banyak anakan betina dibanding jantan. Buktikan!
Cara-Mengawinkan-Kambing-Supaya-Lahir-Cempe-Betina
botol untuk menyimpan cuka masak

Read More
Fakta-fakta penting dan tidak penting kambing 21-40

Fakta-fakta penting dan tidak penting kambing 21-40

Percaya atau tidak ternyata ada 102 fakta terhadap kambing. Didalamnya ada fakta-fakta yang penting dan ada juga fakta yang tidak penting. Fakta-fakta ini tidak main-main. Fakta-fakta ini diterbitkan dalam buletin luar negri dari Universitas Florida A & M, College of Engineering Sciences, Technology and Agriculture.


21. Male goats go through a period called a “rut” when they are ready to mate. This period coincides with the start of the breeding season. Kambing jantan akan mencapai suatu periode yang disebut dengan "rut", yaitu periode yang bertepatan dengan mulainya musim kawin.

22. The “rut” is characterized by a decrease in appetite, obsessive interest in the does, fighting between bucks and most notable is a strong foul-smelly musky odor. Periode "rut" ini ditandai dengan penurunan nafsu makan kambing jantan, tertarik dengan kambing betina, perkelahian antara kambing jantan dan kambing mulai berbau khas prengus.

23. Lactating does that are kept in a pen with a musky buck may produce milk that taste “goaty” and can be offensive to humans. Tidak faham maksudnya...hheehe

24. Goats can be born with or without horns (polled). Kambing dapat terlahir dengan atau tanpa tanduk. Jadi kalau ada kambing melahirkan tidak ada tanduknya, itu wajar.

25. Goats and sheep are seasonal breeders. Kambing dan domba berkembang biak secara musiman.

26. Yearlings does should be bred when they have reached 80 pounds of body weight or when they have reached 60-75% of the adult weight for their breed. They must also be in good body condition and health. Kambing betina yang berusia 1-2 tahun dapat di besarkan ketika mereka mencapai berat badan seberat 80 pond atau mereka mencapai 60 - 75 % berat dewasa. Merekan juga harus mempunyai kondisi tubuh dan kesehatan yang bagus. Tahu maksudnya???

27. Chevon is the French word for goat. These are animals that are slaughtered near or shortly after weaning. Chevon adalah bahasa Prancis untuk kambing. Kata ini juga menunjukkan ke hewan-hewan yang disembelih sesaat setelah di sapih. 

28. Goats are hollow-horned, bearded, ruminant mammals of the genus Capra and the species Hircus. They are raised for wool, milk, and meat in the U.S. Goats are also used to make gelatin, the manure is used for fertilizer, they are used for research models in biological studies, they are used to pull carts and for pack animals. Kambing adalah hewan bertanduk melengkung, berjenggot, mamalia berlambung jamak  dari genus Capra dan spesies Hircus. Kambing diternak untuk menghasilkan wol, susu dan daging. Di U.S. kambing juga di gunakan untuk membuat gelatin. Kotoran kambing digunakan sebagai pupuk. Kambing juga digunakan sebagai model penelitian dalam ilmu biologi. Kambing juga digunakan sebagai penarik kereta.

29. Goats are bovines and are closely related to cows and antelopes. Kambing masuk dalam keluarga sapi dan mereka berhubungan dekat terhadap sapi dan antelope. Antelope itu hewan bertanduk seperti kijang tapi tanduknya tidak beranting. 
Yearlings does should be bred when they have reached 80 pounds of body weight or when they have reached 60-75% of the adult weight for their breed. They must also be in good body condition and health.


30. The natural life expectancy for goats is around 8 to 12 years and in some cases, goats can live over 15 years. Secara alami, kambing dapat hidup dalam usia 8 sampai 12 tahun. Dalam kasus tertentu kambing ada yang berumur lebih dari 15 tahun. 

31. Worldwide, more people eat and drink milk from goats than any other animal. Di seluruh dunia, orang-orang makan dan minum susu dari kambing daripada susu dari hewan-hewan lain.

32. The age of puberty for female goats is between 7-10 months and 4-8 months in male goats. Usia pubertas untuk kambing betina adalah anatara 7-10 bulan dan usia pubertas untuk kambing jantan adalah antara 4-8 bulan.

33. The breeding age for male goats is between 8-10 months. Usia dapat mengawini untuk kambing jantan adalah antara 8-10 bulan.

34. A mature, healthy male buck can breed 20 to 40 does. Kambing jantan dewasa yang sehat dapat mengawini 20 sampai 40 kambing betina.

35. The length of gestation (pregnancy) in does is between 146 to 155 days. Masa kehamilan kambing betina adalah antara 146 sampai 155 hari.

36. The traditional breeding season for goats in the U.S. is between late August and the early part of January, however some goats can breed out-of-season. Musim kawin dalam peternakan kambing tradisional di U.S. adalah antara akhir bulan Agustud dan awal Januari. Akan tetapi beberapa kambing dapat dikawinkan diluar musim.

37. Goats do no like to get wet and prefer to seek shelter when it is raining. Kambing tidak suka menjadi basah. Kambing lebih suka berteduh saat hujan. 

38. Goats are more susceptible to parasites and other infectious diseases when they are mismanaged. Kambing lebih rentan terhadap parasit dan infeksi penyakit selama kambing tidak diurusi dengan baik.

39. Cabrito is the Spanish word for little goat (slaughtered one week or shortly after birth). "carbrito" adalah bahasa Spanyol dari kambing yang masih kecil yang disembelih satu minggu atau sesaat setelah lahir. Disana ternyata lebih sadis. Kalau di Indonesia paling cepet tiga bulan disembelih BATIBUL.

40. Goats deposits less fat externally and more fat internally (around the organs) compared to sheep and cattle. Kambing menyimpan lemak secara internal daripada eksternal. Maksudnya secara internal lemak dari kambing disimpan disekitar organ dalamnya. Kalau domba lebih menyimpan lemak di luar organ , mungkin disekitar kulitnya. 

Read More