Isi dari blog ini di update di kambingjoynim.com
Showing posts with label manajemen-ternak. Show all posts
Showing posts with label manajemen-ternak. Show all posts
Managemen  Berternak Kambing Etawa

Managemen Berternak Kambing Etawa

Managemen Perkawinan Kambing Etawa
Keberhasilan berternak kambing etawa terkait erat dengan jumlah produksi anakan kambing yang dihasilkan. Untuk bisa menghasilkan
Read More
Obat Mujarab Kambing Kudisan dengan Asap Cair

Obat Mujarab Kambing Kudisan dengan Asap Cair

Penyakit kambing yang dikarenakan parasit diantaranya ialah kudis atau scabies, penyakit pada saluran pencernaan dan penyakit cacing hati. Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba. Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh. Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat menular ke hewan lain dan juga ke manusia
obat-mujarab-kambing-kudisan-dengan-asap-cair
Scabies atau kudis adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai pada kambing dan domba. Penyebab penyakit scabies atau gudig ini adalah tungau Sarcoptes scabiei. Tanda-tanda dari penyakit scabies ini, kambing atau domba mengalami gatal-gatal, kulit mengeropeng, bulu rontok di daerah yang terifeksi dan pada stadium lanjut kulit bisa menebal dan berlipat-lipat. Scabies atau kudis dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung, dan bahan-bahan yang ada di kandang seperti pagar, tempat pakan, dan bahan-bahan lain yang telah terkontaminasi oleh penyakit ini.

Penyakit scabies atau kudisan ini dapat menimbulkan kerugian yang besar terhadap peternakan kambing atau domba. Kambing atau domba yang terserang penyakit scabies atau kudisan  dapat mengalami penurunan berat badan, penurunan produksi daging, kualitas kulit jelek dan mungkin juga mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Selain itu, kambing atau domba yang terserang penyakit kudis atau scabies kalau dijual akan ditawar murah.

Obat untuk penyakit scabies atau kudis ini sudah cukup banyak diantaranya secara tradisional scabies/kudis yang menyerang kambing dapat diobati dengan oli bekas yang dicampur dengan belerang. Cara pengobatannya dengan mengoleskan campuran tersebut ke kulit atau bagian tubuh kambing/domba yang terserang penyakit scabies.

Asap Cair

Ada sebuah jurnal publikasi yang tidak sengaja saya temukan isinya kurang lebih menyatakan bahwa asap cair bisa dimanfaatkan sebagai obat scabies atau kudis. Penulisnya adalah peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Asap cair ini ternyata cukup efektif dalam mengatasi penyakit scabies/kudis pada kambing dan domba. Lebih menariknya lagi, bahan baku pembuatan asap cair ini dari sisa-sisa pakan kambing. Dalam penelitian ini pakan kambing yang digunakan adalah lamtoro, gamal dan kaliandra. Sebelum dibuat asap cair sisa pakan kambing ini dikeringkan terlebih dahulu dengan sinar matahari.

Sederhananya, Asap cair ini adalah produk hasil penyulingan dari sisa-sisa pakan kambing tadi. Karena setelah saya baca, proses produksinya sama dengan proses penyulingan. Misalnya menyuling cengkeh, jahe dan daun cengkeh. Tapi karena sifatnya ilmiah, jadi penjelasan dalam publikasinya juga bahasanya ilmiah. Intinya kayu, ranting, dan daun juga bisa dimasukkan dalam sebuah tungku besar kemudian dibakar. Selama pembakaran tungku dari harus tertutup rapat, hanya ada lubang untuk aliran dari asap pembakaran dalam tungku. Aliran asap ini kemudian didinginkan , karena mengalami pendinginan asap ini akan mengembun dan terbentuklah asap cair. Asap cair yang terbentuk lalu disimpan dan dimanfaatkan untuk obat penyakit kudis atau scabies.

Secara ilmiah penjelasan asap cair adalah seperti ini:
Proses ilmiah yang terjadi selama pembuatan asap cair adalah proses pirolisis. Pirolisis atau termolisis adalah proses dekomposisi/perombakan secara kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Proses ini sebenarnya merupakan bagian dari proses karbonisasi yaitu proses untuk memperoleh karbon atau arang, jadi sebagian menyebut bagian pada proses pirolisis merupakan High Temperature Carbonization (HTC), lebih dari 500 ºC. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya. Produk lain adalah gas berupa karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil. Hasil dari pirolisa ini nantinya adalah asap dalam bentuk cair berwarna hitam pekat. Asap cair ini banyak mengandung hidrokarbon dan senyawa polifenol yang berasal dari tanaman.
Kandungan hidrogen juga terdapat dalam produksi asap cair ini. Asap cair merupakan cairan disperse uap dalam air atau cairan kondensasi dari pyrolisa kayu tempurung kelapa atau bahan sejenis sehinggga menghasilkan asap cair yang memiliki sifat spesifik asap. Asap cair memiliki sifat antioksidatif dan bisa digolongkan sebagai antioksidan alami.

Kandungan Asap Cair & Manfaatnya

Asap cair yang diperoleh kemudian diuji dilaborat dan didapat hasil seperti pada tabel di bawah:
obat-mujarab-kambing-kudisan-dengan-asap-cair


o-Cresol itu adalah salah satu senyawa fenol. Dalam dunia industri o-Cresol digunakan untuk membunuh berbagai jenis serangga. o-Cresol juga biasanya ditambahkan dalam produk pembersih yang fungsinya sebagai desinfektan. Senyawa guaniacol & p-ethylguanicol  fungsinya adalah untuk desinfektant. Senyawa creosol ini berfungsi sebagai antijamur dan antimikroba, digunakan juga sebagai insektisida dan obat dipping pada hewan dengan toksisitas yang sedikit. Bahanbahan ini yang telah membuat parasit Sarcoptes scabiei menjadi mati dan efek sekundernya dapat terobati.

Dari hasil penelitian dilaporkan kambing yang tekena scabies/kudis dengan pengobatan menggunakan asap cair ini sembuh dalam 2 minggu. Dosis pengobatannya dilakukan 3 kali dalam dua minggu tersebut. Tidak 3 kali secara persis tapi ditulis rata-rata 3 kali dalam 2 minggu.


Terima kasih karena sudah berkenan mampir ke web saya, kalau berkehendak ingin file jurnalnya silahkan tuliskan alamat emailnya. Nanti akan sya kirimkan filenya, dalam format pdf dan bahasa Indonesia.
Read More
Penyakit Orf pada Kambing dan Domba serta Penangannya di Indonesia

Penyakit Orf pada Kambing dan Domba serta Penangannya di Indonesia

Pada postingan saya sebelumnya, saya telah membahas tentang penyakit-penyakit yang sering menyerang hewan ternak kambing dan domba. Ada penyakit orf, antraks, parasit, kembung dan keracunan. Hanya saja pada postingan sebelumnya tidak ada penanganan yang spesifik terhadap penyakit-penyakit tersebut. Di postingan kali ini, saya menulis dari jurnal publikasi yang secara khusus membahas penyakit orf dan penanganannya khususnya di Indonesia.

Penulis dari publikasi tersebut adalah seorang peneliti dari Balai Penelitian Veteriner, Bogor. Jurnalnya di publikasikan pada tahun 1993 dengan judul PENYAKIT ORF PADA TERNAK KAMBING DAN DOMBA SERTA CARA PENGENDALIANNYA DI INDONESIA. Ternyata publikasi ini sudah lama sekali, apakah nanti informasi dalam publikasi ini mutakhir atau tidak saya kurang faham. Hal ini masih sangat bisa didiskusikan lebih lanjut. 


Orf atau ektima kantagiosa merupakan penyakit kulit yang menyerang hewan ternak kambing dan domba. Kambing dan domba adalah hewan utama yang diserang oleh virus orf ini. Didaerah Bali nama penyakit ini dikenal dengan dakangan, di Sumatra Barat dikenal dengan penyakit purung atau muncung, dan di Jawa Barat dikenal dengan penyakit Bintumen.



Gejala Orf Pada Kambing dan Domba

Gejala pertama kali dari orf ini adalah mucul bintik-bintik merah pada kulit kambing. Biasanya di pangkal bibir. Bintik -bintik merah ini lama-lama menjadi vesikel. Dalam istilah kedokteran vesikel diartikan kulit melepuh dan berisi cairan. Lepuhan kulit kambing atau domba yang ada cairannya ini menjadi pustula. Pustula ini, lepuhan kulit tapi isinya sudah nanah. Kalau sudah sampai tahap ini biasanya akan menjadi kerak dan kaku sehingga menyulitkan kambing atau domba untuk makan. Kalau penyakit ini menyebar, area kerak ini bisa menjadi lebih luas. Bagian-bagian tubuh kambing yang sering terserang adalah bagian mulut dan muka, perut, kaki, kantung buah zakar, ambing , puting susu dan vulva.

penyakit-orf-pada-kambing-dan-cara-mengobatinya

Hewan Favorit yang diserang orf adalah kambing dan domba. Dari hewan-hewan ruminansia lain, kambing dan domba merupakan hewan yang paling mudah diserang oleh virus orf, begitu dikatakan dalam publikasinya. Meskipun tidak menutup kemungkinan hewan seperti rusa, onta dan anjing dapat terserang oleh orf ini. Tingkat keparahan dari infeksi penyakit ini bisa kecil sampai fatal. Dalam publikasinya disebutkan tingkat keparahan menjangkitnya virus ini antara 2,2 - 100 %. Jadi ada kemungkinan besar kambing atau domba masih bisa sembuh.

Kambing dan domba yang terjangkiti virus orf kemudian sembuh, maka kambing dan domba akan menjadi kebal terhadap virus ini. Dalam publikasi menyebutkan bahwa lama waktu kekebalan dari domba dan kambing sekitar 1 tahunan setelah ternak sembuh. Kekebalan ini tidak diturunkan ke anak-anak kambing. Misalnya kambing atau domba betina sembuh dari orf dan kemudian ia hamil dan punya anak. Anak ini hanya mewarisi sebagian kecil dari kekebalan induknya. Kalau ada serangan orf yang cukup berat kemungkinan besar bisa mati.

Penyakit orf dapat menular dari kambing/domba yang sakit ke kambing/domba lainnya secara kontak langsung maupun tidak langsung . Secara tidak langsung penyakit berjangkit karena terjadinya kontak antara kambing/domba yang sehat dengan bahan/alat atau lingkungan yang tercemar virus orf. Cara virus penyakit orf masuk ke dalam tubuh kambing/domba yaitu melalui luka-luka kecil seperti goresan-goresan yang terjadi pada kulit akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena hal-hal lainnya.

Penting!!!
Penyakit orf ini disebabkan karena infeksi oleh virus. Jadi pengobatan hanya memberikan efek yang sedikit. Tindakan yang efektif adalah pencegahan dengan memberikan vaksinasi pada kambing/domba sehat . Kambing dan domba yang terjangkiti orf bisa diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. Kambing dan domba juga diberikan multivitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Bagian kulit yang terinfeksi dapat diberi Salep pelunak untuk membantu agar mulut kambing/domba tidak terlalu sakit pada waktu makan. Salep lokal yang dapat digunakan adalah jodium tincture, misalnya Betadin. Kambing/domba yang terserang penyakit orf perlu diberi pakan yang lunak agar kambing/domba dapat makan dengan baik dan cukup supaya kondisinya tidak merosot . Dengan demikian daya tahan tubuhnya akan lebih baik dalam menahan serangan penyakit.

Sampai saat ini cara pengendalian dan pemberantasan penyakit menular orf/dakangan diatur menurut petunjuk Direktorat Kesehatan Hewan (1986). Petunjukkan sudah lama sekali ya...
Rangkuman cara pengendalian dan pemberantasan penyakit tersebut adalah sebagai berikut:
1 . Pada daerah yang masih bebas dari penyakit orf, dilakukan penolakan penyakit dan tindakan karantina yang ketat . Pemusnahan hewan sakit dan tersangka sakit dilakukan apabila ternak yang tertular masih dalam jumlah sedikit serta penyebarannya masih terbatas .Kemudian dilakukan ring vaksinasi dan sanitasi. Bila penyakit telah meluas, maka dilakukan tindakan sebagaimana pada daerah tertular .
2. Pada daerah tertular, pencegahan penyakit dilakukan dengan cara sanitasi kandang dan lingkungan pemeliharaan, pencegahan penggembalaan hewan sehat bersama-sama dengan hewan sakit atau pada tempat bekas hewan penderita . Ternak yang dibeli untuk dipelihara harus bebas dari penyakit orf .
3. Pengendalian penyakit pada daerah tertular dilakukan dengan cara vaksinasi teratur. Hewabsakit diisolasi secara ketat dan terpisah dari hewan lainnya serta diobati sesuai petunjuk dokter hewan yang berwenang.
4. Apabila penyakit bersifat wabah, maka di pintu masuk kandang/peternakan dan pintu masuk desa ditulis "Awas sedang berjangkit penyakit hewan menular orf/dakangan" . Hewan lain dan orang-orang yang bukan petugas pemelihara hewan dilarang memasuki kandang tersebut . Hewan sakit yang sembuh atau tersangka sakit dengan tidak memperlihatkan gejala klinis dalam waktu 14 hari, bisa dibebaskan kembali. Kandang bekas hewan sakit dan barang-barang yang tersentuh hewansakit atau tersangka sakit harus dihapushamakan atau dibakar . Bangkai hewan sakit harus dibakar atau dikubur sekurang-kurangnya dua meter dalamnya . Daerah yang meliputi desa, kecamatan, kotamadya/kabupaten atau propinsi harus ditutup dari lalu lintas hewan dan bahan asal hewan kambing dan domba.
5. Khusus bagi peternakan pembibitan yang berlokasi di daerah bebas penyakit orf/dakangan, peternakan tersebut harus bebas dari penyakit orf/dakangan. Bila peternakan menjadi tertular, maka peternakan tersebut ditutup dan dicabut sementara izin penjualan bibitnya sampai penyakit tersebut lenyap. Bila peternakan berlokasi di daerah tertular, vaksinasi hewan dilakukan secara teratur.
6. Penyakit dianggap lenyap dari suatu peternakan atau daerah setelah lewat 14 hari sejak mati atau sembuhnya hewan yang sakit ter akhir. Tertular dan lenyapnya penyakit orf harus dinyatakan oleh dokter hewan yang berwenang.
7. Hewan penderita penyakit orf tidak diperbofehkan dipotong karena dapat menular kepada manusia.

Kalau ingin request file publikasinya silahkan request di komentar. Sertakan alamat emailnya. Terima kasih.

Read More
Penyakit-penyakit Utama Pada Kambing dan Domba

Penyakit-penyakit Utama Pada Kambing dan Domba

Hewan domba dan kambing merupakan hewan ternak yang mudah untuk diternakkan. Kambing dan domba populasinya sudah tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Baik dalam jumlah besar atau kecil berternak kambing atau domba sama-sama bisa menguntungkan. Buktinya, peternak-peternak kambing dan domba ada yang punya hanya 1,2 ekor, 5 ekor sampai ratusan bahkan ribuan. Toh yang 1 atau dua ekor tetep memelihara dombanya. 

Peternakan kambing menguntungkan itu karena dilihat dari potensinya. Namanya usaha dimana-mana tetap ada resiko. Meminimalisir resiko itu kalau saya kuncinya pada manajemen ternaknya. Mengatur , menjaga dan merawat kambing dan domba.

Pada postingan kali ini saya akan mencoba menuliskan tentang bagian penting dari manajemen peternakan kambing dan domba, yaitu tentang penyakit-penyakit yang paling ditemui oleh hewan ruminansia kecil seperti kambing dan domba ini. Postingan ini saya ambil dari sebuah publikasi ilmiah dari seorang peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Jl. R.E. Martadinata No. 30, Bogor 16114.

Penyakit-penyakit yang dapat menjangkiti kambing dan domba ada yang karena infeksi dan non infeksi. Penyakit kambing dan domba karena infeksi misalnya penyakit karena virus, bakteri dan parasit. Sedangkan penyakit kambing dan domba karena sebab non infeksi misalnya kembung dan keracunan.

Penyakit kambing dan domba karena virus

Penyakit kambing dan domba karena virus misalnya adalah Orf dan Bluetongue. Orf itu kalau ndak salah keropeng dan bluetongue itu lidah biru.  Gejala-gejala kambing yang terkena orf adalah melepuh pada kulit. Karena orf ini sering menyerang pada bagian mulut kambing, jadi yang melepuh ya mulutnya kambing. Virus yang menyebabkan orf pada kambing dan domba dapat menular dan bersifat zoonosis. Zoonosis itu virus yang menginveksi dapat menyerang manusia juga. Jadi harus cukup waspada. Kalau yang terserang orf berada pada mulut kambing, maka kambing biasanya akan kesulitan makan. Jadi kasihan kan...karena sulit makan, kambing menjadi kurus. Kalau kambingnya kurus, kasihan yang memelihara.
penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba
Selain Orf penyakit yang dialami kambing dan domba karena virus adalah Bluetongue. Virus ini ditularkan melalui nyamuk Colicoides sp. . Kambing atau domba yang terinveksi oleh virus ini dapat mengalami tingkat  kematian yang cukup tinggi. Gejala dari penyakit ini adalah kambing atau domba akan mengalami demam tinggi, air ludah meleleh, muka dan lidah bengkak, dan juga lidah kambing atau domba berwarna kebiruan. Pada tahap selanjutnya, kambing atau domba akan mengalami peradangan pada kuku sehingga kambing kalau berjalan menggunakan lututnya.

penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba

Penyakit kambing karena Bakteri

Antraks adalah salah satu penyakit dikarenakan bakteri yang dapat menginfeksi kambing dan domba. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya. Nama bakterinya adalah Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat menular ke manusia. Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks Gejala dari kambing dan domba yang terserang antraks adalah kambing dan domba mengalami pendarahan yang keluar dari seluruh lubang tubuh dan terjadinya kematian mendadak pada ternak. 

Penyakit kambing karena parasit

Penyakit kambing yang dikarenakan parasit diantaranya ialah kudis atau scabies, penyakit pada saluran pencernaan dan penyakit cacing hati. Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba. Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh. Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat menular ke hewan lain dan juga ke manusia.

Parasit cacing nematoda gastro-intestinal yang menyerang ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba adalah Haemonchus contortus. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala diare, nafsu makan turun dan kekurusan pada kambing atau domba. Sementara itu, parasit cacing trematoda, Fasciola hepatica, dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah pada kambing atau domba. Gejala yang ditimbulkan tidak begitu terlihat, tetapi kehilangan nafsu makan dan kekurusan. Bila penyakit sudah berjalan lama dan kerusakan hati sudah meluas hewan dapat mati mendadak, dan pada post mortum terlihat hati rusak dan banyak cacing dewasa ditemukan.

Penyakit kambing atau domba , Kembung

Gejala timbul apabila gas dalam rumen tidak dapat ke luar karena cairan rumen tertutup oleh buih dari hasil fermentasi pakan dalam rumen. Pada kondisi tersebut gas yang terbentuk dapat menekan organ dalam termasuk jantung dan paru-paru sehingga kematian dapat terjadi. Penyakit kembung rumen atau disebut bloat sering terjadi bila hewan mengkonsumsi tanaman legumes dalam jumlah yang banyak.

Penyakit non-infeksi lainnya yang dapat menyebabkan kematian yang mendadak adalah keracunan sianida. Beberapa tanaman hijauan seperti daun cassava (ketela) mengandung beberapa komponen cyanogenic seperti amigdalin, linamarin dan sebagainya. Bila daun tanaman ini dimakan ternak terlalu banyak maka komponen tersebut akan terhidrolisis oleh H2O membentuk HCN yang sangat beracun dan dapat menimbulkan kematian yang mendadak. Untuk daun singkong ini saya pernah menuliskan tentang bagaimana cara aman untuk memberikannya pada kambing dan domba.

Read More
Cara Mengawinkan Kambing Supaya Lahir Cempe Betina

Cara Mengawinkan Kambing Supaya Lahir Cempe Betina

Kelahiran cempe merupakan hal yang dinanti-nanti dalam beternak kambing. Kalau penggemukan kambing yang diharapkan pertambahan bobot badan yang cepat dan produksi susu yang tinggi untuk kambing perah.

Untuk peternakan kambing perah, kelahiran cempe yang dihasilkan tentu yang betina. Cempe betina merupakan idaman bagi semua peternak kambing perah. Apalagi jika induknya merupakan penghasil susu yang unggul, pasti kita mengharapkan anak betina sebagai generasi penerusnya. Berdasarkan pengalaman saya, secara alami kambing menghasilkan 60-65% anakan jantan. Sebagai peternak kambing perah, kenyataan ini kurang menguntungkan. Apalagi bagi peternak yang sedang melakukan program pemuliaan bibit. Sayapun mencoba berbagai teori dari beberapa literatur maupun saran dari rekan2 peternak. Dari serangkaian percobaan yang saya lakukan, ada satu perlakuan yang cukup efektif untuk merubah rasio anakan jantan dan betina hingga 20:80 untuk anakan betina. Caranya : kawinkan kambing pada 1/3 akhir dari waktu birahi. Biasanya kambing birahi mulai pagi hari, maka kawinkan selepas maghrib atau mendekati maghrib.
Cara-Mengawinkan-Kambing-Supaya-Lahir-Cempe-Betina
spekulum
Sebelum dikawinkan, semprot alat kelamin induk dengan larutan asam cuka (yang untuk masak) dengan campuran 2 sendok makan asam cuka dicampur 200ml air matang (aqua). Gunakan bantuan alat spekulum untuk (maaf) membuka alat kelamin induk tersebut supaya larutan asam cuka yang kita semprotkan bisa masuk sampai kedepan lubang serviks. Gunanya supaya bisa dipastikan bahwa suasana didepan lubang serviks PH nya menjadi asam. PH asam sangat disukai kromosom X sebagai pembawa kelamin betina. Sebaliknya kromosom Y sebagai pembawa kelamin jantan tidak tahan suasana asam. Insya Allah dengan demikian anda akan mendapatkan lebih banyak anakan betina dibanding jantan. Buktikan!
Cara-Mengawinkan-Kambing-Supaya-Lahir-Cempe-Betina
botol untuk menyimpan cuka masak

Read More
Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 2

Penggunaan Obat Herbal untuk Ternak (Kambing, Domba, Sapi dan Ayam) bag 2

Postingan kali ini melanjutkan postingan saya sebelumnya.

Herbal dan Kekebalan Tubuh

Banyak studi yang menunjukkan bahwa Echinacea dapat menghancurkan berbagai macam virus dan bakteri. Echinacea atau nama lainnya purple coneflower adalah tanaman berbunga.Tanaman ini tumbuh banyak di Eropa dan Amerika Utara. DI Amerika, Eropa dan Cina tanaman ini populer sebagai penguat ketahanan tubuh atau antibodi.

Beberapa tanaman herbal digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau mengembalikan kekebalan tubuh yang sedang turun ke level normal. Jamur Shitake misalnya, dapat memberikan efek positif terhadap sistem kekebalan tubuh. Ia memiliki kandungan antivirus yang bernama lentinan. Lentinan ini bekerja dengan cara meningkatkan aktifitas interferon. Interferon ini adalah mekanisme pertahanan dalam melawan virus. Interferon adalah nama yang diberikan karena sifatnya mengganggu (interfere) atau menghambat replikasi virus saat dirilis oleh sel inang yang terinfeksi.

Herbal dan Parasit

Herbal - herbal yang digunakan dalam masak memasak dapat digunakan untuk membunuh parasit. Dalam istilah kesehatan parasit di tujukan kepada makhluk hidup atau organisme yang merugikan dan menyebabkan penyakit. Misalnya cacing, kutu, jamur, bakteri dan virus yang merugikan. Jahe, dan minyak esensial misalnya, dapat digunakan untuk membunuh cacing gelang. Dari beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jahe ternyata lebih efektif membunuh membunuh cacing gelang daripada "piperazine citrate". Piperazine adalah salah satu obat yang digunakan dalam pengobatan oleh infeksi cacing, baik cacing gelang ataupun cacing kremi.

herbal-untuk-kambing-domba-sapi

Herbal dan Kualitas Daging


Penggunaan antioksidan buatan seperti BHT, Santoquin, dan TBHQ untuk meningkatkan produksi daging itu sudah umum. BHT dalam istilah kimianya adalah butilhidroksituluen, Santoquin dan Tersier Butil Hidroksi Quinolin (TBHQ) memang secara umum digunakan sebagai antioksidan dalam peternakan. Informasi lebih lanjutnya nanti bisa di googling. Meskipun penggunaan antioksidan ini di klaim aman untuk jangka panjang, namun efek jika digunakan secara terus menerus belum diketahui. Oleh karena itu penggunaan anti oksidan alami dirasa lebih efektif dalam menjaga kualitas daging dari ternak.

Beberapa penelitian mengenai herbal dan kualitas daging diantaranya:
Domba yang hidup secara liar di alam pegunungan (mencari makan sendiri) memiliki kualitas daging yang baik. Hal ini karena domba liar kadang memakan tanaman herbal dan akar-akaran sehingga secara alami memperbaiki kualitas daging mereka.


 Herbal dan Kualitas Telur


Sebuah penelitian dari daun mulberri yang dicampurkan ke dalam ransum ayam petelur ternyata dapat memperbaiki warna dari kuning telurnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan daun mulberry berguna dalam meningkatkan kualitas telur. Selain itu kandungan antioksidan dalam telur juga meningkat.
daun-mulberry-untuk-herbal-kambing-domba-sapi

Masih banyak lagi manfaat-manfaat dari tanaman-tanaman herbal. Ekstrak dari tanaman herbal nantinya dapat digunakan sebagai anti bakteri, antibiotik, peningkat sistem kekebalan tubuh, dan antivirus. Meskipun penggunaan herbal ini masih dalam penelitian, kita bisa lebih percaya diri karena Indonesia sangat kaya akan tanaman herbal. Karena kekurangan informasi mengenai penelitian herbal dari Indonesia, mohon maaf saya hanya menyampaikan herbal yang ada dalam jurnal publikasinya.

Semoga bermanfaat dan bisa memotivasi untuk lebih percaya diri dalam menggunakan herbal dalam keseharian kita.

download jurnal publikasi

Read More